SELAMAT HARI KARTINI: R.A Kartini Meninggal Dunia Setelah Melahirkan Putra Pertamanya karena Preeklampsia

SELAMAT HARI KARTINI: R.A Kartini Meninggal Dunia Setelah Melahirkan Putra Pertamanya karena Preeklampsia

R.A Kartini (Foto: Wikimedia)

RADEN Ajeng Kartini, tokoh pahlawan emansipasi wanita Indonesia yang jasanya masih dikenang sampai saat ini. Perjuangannya menjadi inspirasi bagi wanita Indonesia untuk terus maju di kehidupan saat ini.

Mungkin hampir semua orang mengetahui perjuangan wanita kelahiran Jepara ini dalam memperjuangkan hak perempuan Indonesia untuk setara dengan laki-laki. Namun, mungkin belum banyak orang yang mengetahui cerita lain dari kehidupan R.A Kartini ketika melahirkan anak pertamanya hingga meninggal dunia.

Sejarah mencatat, R.A Kartini meninggal dunia setelah proses persalinan putra pertamanya, Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 17 September 1904. Saat proses persalinan Soesalit, R.A Kartini mengalami preeklampsia. Empat hari kemudian dia meninggal dunia.

Preeklampsia atau tekanan darah tinggi saat hamil merupakan salah satu komplikasi yang paling berbahaya. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, bahkan kematian terhadap ibu dan bayi.

Karena itu, sangat penting bagi seorang wanita untuk menyadari gejala preeklampsia. Seperti dikutip dari Parentherald, preeklampsia umumnya dimulai setelah minggu ke-20 kehamilan.

Diperkirakan, preeklampsia disebabkan oleh kekurangan pasokan darah ke rahim. Selain itu, menurut Mayo Clinic, preeklampsia juga bisa disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan gangguan sistem kekebalan tubuh. (Hel)

(hel)

Baca Juga

Kegiatan yang Bisa Bantu Stimulasi Sensorik Bayi Baru Lahir

Kegiatan yang Bisa Bantu Stimulasi Sensorik Bayi Baru Lahir