SELAMAT HARI KARTINI: Mel Ahyar, Fashion Designer Berbakat dengan Karya Antimainstream

 SELAMAT HARI KARTINI: Mel Ahyar, Fashion Designer Berbakat dengan Karya Antimainstream

Mel Ahyar (Foto: Firman )

21 April diperingati masyarakat Indonesia sebagai Hari Kartini. Ya, sosok R.A Kartini memberi semangat bagi para wanita Indonesia untuk melakukan perjuangan dan kontribusi lebih untuk bangsa dan negara.

Kini, emansipasi wanita yang dicita-citakan pahlawan kelahiran Jepara, 21 April 1879, sudah tercapai dengan terbukanya peluang karir besar bagi wanita modern. Salah satunya di bidang mode, yakni dengan munculnya banyak perancang mode wanita. Adalah Mel Ahyar, satu dari banyak desainer wanita yang telah berkecimpung di dunia mode lebih dari sepuluh tahun lamanya.

“Sebenarnya sejak awal enggak ada kepikiran menjadi fashion designer. Dari kecil, aku enggak tahu yang namanya fashion designer. Aku baru tahu pekerjaan itu setelah lulus SMA, tahun 1999, saat itu belum ada gambaran fashion designer itu seperti apa,” ujar Mel Ahyar, kala dihubungi Okezone melalui pesan singkat, baru-baru ini.

Sempat mengenyam pendidikan di jurusan arsitektur selama satu tahun, lalu mencoba melanjutkan bisnis milik orangtua selama enam bulan, Mel akhirnya memutuskan untuk memilih sekolah fesyen.

“Enam bulan bertahan, enggak terlalu bisa menjalankan bisnis, sama Papiku disuruh melanjutkan apa maunya aku. Kemudian, aku memutuskan sekolah fesyen karena waktu itu aku berpikir sekolah fesyen sama seperti membangun konstruksi, pola, dan mirip-mirip dengan arsitek,” tambah Mel.

 

 (Foto: Mel Ahyar)

Lulus dari sekolah mode ESMOD Jakarta, Mel sempat bekerja di Mama & Leon, Bali. Dua tahun mengerjakan ready to wear, Mel pun seolah menemukan jati diri jika hal tersebut bukan menjadi passion dirinya. Ia pun menginjakkan kaki di Paris, Prancis sebagai mahasiswa ESMOD Paris.

Salah satu hal yang mendorongnya kala itu adalah keinginan untuk ‘menyentuh’ desain yang lebih heavy karena hingga saat kelulusannya dari ESMOD Jakarta pada tahun 2003 belum ada spesialisasi Couture. Usai menyelesaikan studi di Paris, Mel pun akhirnya memutuskan untuk merintis karir dari nol hingga saat ini.

Bicara soal pengalaman menjadi perancang mode, sudah tentu setiap desainer akan mengalami suka, duka, hingga tantangannya masing-masing. Bagi Mel, setiap klien yang ditanganinya selalu memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan masing-masing.

“Setiap merancang milik klien dengan latar belakang dan profesi, selalu ada tantangan, kesulitan, dan kerumitannya masing-masing. Begitu pula saat Mel mempersembahkan sebuah koleksi pertunjukan. Karena kecenderungan saat membuat koleksi baru selalu berusaha melakukan hal yang baru. Entah itu tekniknya, warnanya, volumenya, mengeksplor semua hal baru, semuanya berkesan,” terang Mel.

 

 (Foto: Mel Ahyar)

Perihal inspirasi, Mel Ahyar yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini menjelaskan jika hal tersebut datang dari kehidupan sehari-hari. Ia ingin menghasilkan koleksi busana yang common namun dapat direalisasikan dengan cara yang berbeda dari sudut pandang biasanya. Namun, hal yang paling menjadi inspirasinya selama ini adalah budaya dan seni.

“Aku tidak menutup any possibilities atau any ideas dari sebuah inspirasi. Semua kemungkinan ada saja, nah supaya enggak habis-habis inspirasinya, coba melihat suatu hal sehingga bisa menghasilkan koleksi yang common tetapi direalisasikan dengan cara yang lebih beda dari sudut pandang biasanya. Mostly yang paling inspirasi adalah budaya dan seni karena Indonesia itu kaya akan inspirasi yang enggak pernah putus,” paparnya.

(dno)
TAG : EA EA
1 / 2

Baca Juga

Perawatan <i>Antiaging</i> Perlu Dilakukan saat Masih Muda!

Perawatan Antiaging Perlu Dilakukan saat Masih Muda!