SELAMAT HARI KARTINI: Dissa Ahdanisa, Kartini Masa Kini yang Peduli Kaum Tunarungu hingga Dipuji Obama

SELAMAT HARI KARTINI: Dissa Ahdanisa, Kartini Masa Kini yang Peduli Kaum Tunarungu hingga Dipuji Obama

Dissa Ahdanisa (Foto: Instagram)

JIKA membicarakan Kartini, tentu Anda setuju bahwa dia memberikan inspirasi pada kaumnya agar memperjuangkan haknya. Mengadopsi semangat juang dari Kartini, gadis berusia 27 tahun, Dissa Syakina Ahdanisa melakukan hal yang luar biasa.

Dissa mendirikan Deaf Cafe Fingertalk, sebuah kafe yang mempekerjakan karyawan tunarungu. Dissa mendapat ide ini ketika dirinya menjadi relawan di Nikaragua pada 2004 dan mengunjungi sebuah kafe bernama Cafe de Las Sonrisas yang semua karyawannya tunarungu. Kafe ini dimiliki oleh organisasi nirlaba Tio Antonio yang didirikan oleh Antonio Prieto pada 2007.

Dikutip dari blog pribadi Dissa, Antonio adalah seorang koki dari Spanyol yang pergi ke Nikaragua bermaksud membuka restoran. Dia bertemu dengan seorang anak laki-laki tunarungu muda dan memutuskan untuk membantu.

“Dia menemukan bahwa ada lebih banyak orang cacat yang bisa dia bantu, jadi dia memutuskan untuk membuat Cafe de Las Sonrisas. Dan seperti namanya, kafe itu menaruh senyuman di wajah banyak orang,” tulis Dissa dalam bahasa Inggris di dalam blog dahdanisa.blogspot.co.id.

Dari sana Dissa terinspirasi untuk membantu para tunarungu agar memiliki kesempatan bekerja seperti orang lain. Meski usianya masih terbilang muda, dari 2015 Dissa telah mendirikan tiga kafe yang terletak di Jawa Barat dan Banten.

Kafe Fingertalk memang mempekerjakan karyawan tunarungu. Namun bukan berarti kafe ini hanya ditujukan untuk para tunarungu. Fingertalk terbuka untuk umum, hanya saja, Anda harus mematuhi aturan jika berkunjung ke sini, yakni menggunakan tangan dan jari untuk berkomunikasi dengan para pramusaji.

Meski tidak mudah membangun bisnis kuliner yang unik ini, namun Dissa tidak menyerah berkat dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Dia sendiri telah mempelajari bahasa isyarat dan melakukan pendekatan dengan hal tersebut. Kini ia telah memiliki lebih dari 30 karyawan di Fingertalk.

Perjuangan Dissa membantu kaum tunarungu pun membuahkan hasil. Bahkan apa yang dilakukannya mendapat pujian dari Barack Obama ketika berkunjung ke Laos pada September 2016.

Saat itu, dalam forum pertemuan pemimpin muda ASEAN, Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Laos, dalam lawatan terakhirnya ke Laos sebagai presiden, Obama mengaku terinspirasi pada yang dilakukan Dissa.

“Saya terinspirasi atas apa yang dilakukan Dissa, karena di sini, dalam lawatan terakhir saya ke Asia sebagai presiden, saya ingin memastikan bahwa Anda semua tetap memberikan inspirasi kepada yang lain seperti yang dilukakan oleh dua perempuan yang memberikan inspirasi di negara mereka dan seluruh dunia,” ujar Obama saat itu.

Dissa tidak percaya saat itu Obama benar-benar memanggil namanya di dalam sebuah forum. Ia pun teringat perjuangannya membangun kafe ketika Obama menyebut ‘Fingertalk’.

Obama memuji Dissa karena telah memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat tunarungu di negaranya. Ia juga menyampaikan bahwa resepsionis Gedung Putih bernama Leah yang juga penyandang tunarungu menitip pesan pada Obama untuk mengatakan bahwa dia sangat bangga pada Dissa.

“Alhamdulillah. Alhamdulillah. Aku tidak berhenti menggumamkan kata itu. Thank you, God. Thank you Leah, thank you White House,” tulis Leah dalam blog.

Ia pun semakin merasa bangga karena bisa bersalaman dengan Obama dan menitipkan salam untuk Leah. Obama menjabat tangannya dan memberi pesan yang tidak akan pernah dilupakan oleh Dissa seumur hidupnya.

“Keep up the good work!” ujar Obama.

Dissa merupakan contoh Kartini masa kini yang tidak menyerah berjuang untuk membantu dan menginspirasi orang lain. Dengan dukungan dari banyak pihak, ia semakin mantap meneruskan perjuangannya.

(vin)

Baca Juga

Berencana Nonton Film Porno dengan Istri, Sebaiknya Simak Dulu Tips Ini!

Berencana Nonton Film Porno dengan Istri, Sebaiknya Simak Dulu Tips Ini!