Pertapaan Sonder di Jepara Punya Kisah Cinta Tragis Ratu Kalinyamat

Pertapaan Sonder di Jepara Punya Kisah Cinta Tragis Ratu Kalinyamat

Pertapaan Sonder (Foto:Ticjepara)

JEPARA tak hanya punya kisah perjuangan dari Raden Ajeng Kartini saja, tetapi ada juga kisah mengerikan dari Ratu Kalinyamat yang terkenal dari Pertapaan Sonder di kawasan Desa Tulakan, Kecamatan Keling.

Ratu Kalinyamat adalah seorang Ratu yang mendirikan kerajaan Mantingan di sekitar Jepara. Kemudian di tahun 1549, beliau menjadi janda karena suaminya Sultan Hadirin dibunuh oleh Aryo Penangsang. Kematian suami meninggalkan luka sangat dalam di hati Ratu.

Sejak itu, Ratu pun memilih untuk meninggalkan istana, dan atribut kerajaan untuk pergi ke sudut bukit pedesaan,dan melakukan pertapaan. Beliau pun bertapa selama bertahun-tahun tanpa menggunakan busana, dan telanjang.

Selama bertapa, Ratu memohon kepada Tuhan agar kematian suaminya bisa terbalaskan, dan berharap Aryo meninggal juga. Ia pun meninggalkan pesan seperti berikut;

”Ora pisan-pisan ingsun jengkar saka tapa ingsun yen durung iso kramas getihe lan kesed jambule Arya penangsang” (Ia tidak akan menghentikan laku tapanya jika belum bisa keramas dengan darah Aryo Penangsang).

Doa Ratu pun terjabah, Aryo akhirnya terbunuh dalam pertempuran dengan Danang Sutawijaga. Kematiannya pun sangat mengenaskan, di mana ia terbunuh dengan kerisnya sendiri. Dari sana, penduduk sekitar mengambil pesan jika pertapaan tersebut merupakan bentuk kesetiaan, kecintaan dan pengabdian sang ratu pada mendingan suaminya.

Sejak saat itu, pertapaan Ratu dijadikan sebagai tempat ziarah khususnya bagi perempuan. Banyak yang percaya dengan mandi dan berkunjung ke sana, bisa membuat mereka cantik seperti Ratu Kalinyamat. Jika tertarik, langsung saja yuk napak tilas tempat pertapaan beliau di Jepara.

(ndr)

Baca Juga

Obama Antusias Melihat Koleksi Lukisan di Agung Rai Museum of Art Bali

Obama Antusias Melihat Koleksi Lukisan di Agung Rai Museum of Art Bali