SELAMAT HARI KARTINI: Peringati Kartini, Wanita Harus Sadari Bahaya Penyakit Jantung Sebelum Menopause

SELAMAT HARI KARTINI: Peringati Kartini, Wanita Harus Sadari Bahaya Penyakit Jantung Sebelum Menopause

Ilustrasi (Foto: Womensbrainhealth)

PAKAR menyebutkan bila wanita jarang sekali menderita penyakit jantung di usia sebelum menopause. Patutnya, kaum hawa harus berbangga dengan kondisi tubuhnya itu karena memiliki hormon estrogen.

Sekertaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia dr Jetty RH Sedyawan, SpJP(K), FIHA, FACC mengatakan, wanita lebih kecil risikonya untuk menderita penyakit pembuluh darah, terutama gangguan jantung. Apalagi bagi mereka yang menjalani gaya hidup sehat, salah satunya tidak menjadi perokok.

"Sebelum wanita berhenti haid, tubuhnya dilindungi oleh hormon estrogen dengan profil lemak jantung. Sehingga kecil risikonya untuk mengalami penyakit jantung," kata dr Jetty saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

Dia melanjutkan, setelah wanita berhenti haid akan melewati masa menopause. Sayangnya di waktu tersebut, kadar estrogen mulai sedikit diproduksi.

"Otomatis jantungnya bisa lemah sama seperti pria. Ditambah lagi gaya hidupnya tidak sehat, suka merokok dan mengonsumsi makanan berlemak," imbuhnya.

Akhirnya, banyak wanita yang menderita penyakit jantung ketika menopause. Ini akan menambah prevalensi penyakit kardiovaskular yang tinggi jumlahnya.

Pada kesempatan ini sekaligus merayakan Hari Kartni 2017, dr berpesan kepada seluruh kaum hawa di Indonesia. Jauhilah faktor risiko munculnya penyakit jantung di usia menopause.

Tidak cuma jantung, ada pula beberapa jenis penyakit kardiovaskular yang rentan dialami wanita. Belum lagi, jika seorang kaum hawa tidak memikirkan kesehatannya, justru mementingkan anggota keluarganya.

"Wanita kerap memikirkan kesehatan orang lain, tapi dirinya sendiri tidak dijaga. Cari tahu faktor risikonya, hindari merokok, jarang beraktivitas fisik, makan tidak sehat, dan banyak pemicu lainnya," pungkasnya.

(hel)

Baca Juga

Kegiatan yang Bisa Bantu Stimulasi Sensorik Bayi Baru Lahir

Kegiatan yang Bisa Bantu Stimulasi Sensorik Bayi Baru Lahir