SELAMAT HARI KARTINI: Suksma Ratri Berjuang agar Pengidap HIV Miliki Hak yang Sama

SELAMAT HARI KARTINI: Suksma Ratri Berjuang agar Pengidap HIV Miliki Hak yang Sama

Suksma Ratri (Goodnewsfromindonesia)

MENJADI pengidap HIV positif tidak lantas menghancurkan hidup Suksma Ratri. Dia pertama kali mengetahui dirinya HIV positif pada 15 Mei 2006, karena sang suami yang mantan pengguna napza suntik.

Meski begitu, wanita yang kerap disapa Ima ini tidak kehilangan arah dan semangat dalam hidupnya. Dia bisa menerima statusnya yang HIV positif dan menjalani hidup dengan penuh rasa optimis.

”Pencapaian utama saya setelah dinyatakan positif HIV adalah saya menjadi manusia baru yang lebih optimis dibandingkan saya dulu,” tuturnya.

Bahkan, setelah mengetahui status HIV-nya, ia semakin semangat untuk mendukung orang lain yang menjadi korban HIV agar memiliki hak yang sama.

Ima pernah menyampaikannya dengan lantang di depan publik, bahwa pengidap HIV juga harus memiliki hak yang sama. Tidak tanggung-tanggung, Ima menjadi perempuan Indonesia yang berdiri di podium UNAIDS Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2008, di mana kala itu dia menyuarakan agar pengidap HIV memiliki hak sama dengan manusia lainnya.

“Di sini saya bertanya, bukankan kita semua adalah manusia yang memiliki hak yang sama,” ungkap Ima yang ketika itu mewakili Coordination of Action Research on AIDS and Mobility (CARAM) wilayah Asia.

Selain itu, Ima juga berjuang untuk menghapus stigma negatif masyarakat tentang HIV. Bagi Ima, stigma muncul karena masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang penyakit HIV.

Pandangan masyarakat selama ini adalah hanya kelompok tertentu yang akan terinfeksi HIV. Padahal, menurut Ima, masyarakat biasa, seperti ibu rumah tangga yang setia pada suami juga memiliki risiko tertular virus HIV.

“Saya rasa untuk memerangi stigma dan diskriminasi itu harus dengan keterbukaan dan kejujuran, selain itu juga dengan penerimaan diri,” ucapnya.

Karena itu, Ima berharap untuk bisa memberi perhatian lebih banyak untuk pengidap HIV. Karena stigma dan diskriminai hanya akan menimbulkan rasa semakin takut pada seseorang terhadap HIV. Demikian Okezone merangkum dari berbagai sumber, Sabtu (22/4/2017).

(ren)

Baca Juga

Cegah Anak Alergi Sejak Masa Kehamilan

Cegah Anak Alergi Sejak Masa Kehamilan