Mitos Banyak Anak Banyak Rezeki, Orangtua Harus Perhatikan Ini

Mitos Banyak Anak Banyak Rezeki, Orangtua Harus Perhatikan Ini

Keluarga bahagia (Foto: Definefamilypsychology)

BANYAK orang memercayai mitos bahwa "banyak anak banyak rezeki". Padahal hal itu tidak sepenuhnya benar.

Terlebih, mitos "banyak anak banyak rezeki" membuat seseorang tidak mau menggunakan alat kontrasepsi yang bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Sehingga laju pertumbuhan penduduk menjadi tak terkendali.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, dr. Surya Chandra Surapaty mengatakan, rezeki akan datang jika dicari, bukan semata-mata karena kelahiran anak. Selain itu, memiliki banyak anak membuat orangtua harus memberikan hak yang layak kepada semua anak-anaknya.

"(Rezeki) itu kan kalau dicari. Bukan cetak anak, rezeki datang. Masalahnya beda dengan hewan, manusia harus dididik dan mendapatkan hak asah asih asuh," jelas Surya kepada Okezone usai peluncuran Website Bicara Kontrasepsi di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Surya menambahkan, orangtua harus memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Yakni dengan memberikan hak anak sejak berada di dalam kandungan hingga tumbuh dewasa. Sementara jika terlalu sering melahirkan dalam jarak yang rapat, hak-hak anak menjadi kurang terpenuhi.

"Orangtua harus memberikan contoh yang teladan untuk membangun karakter anak. Karakter anak tumbuh sejak dalam kandungan. Maka perlu kontrasepsi, perlu penjarangan kelahiran," tambah Surya.

Karena itu, Surya menjelaskan pentingnya menggunakan kontrasepsi sebagai salah satu cara memberikan perhatian yang cukup kepada anak-anaknya. Dengan jarak kelahiran yang jarang, maka setiap hak anak semakin terpenuhi.

"Kalau terlalu rapat, anak baru tiga bulan, ibu sudah hamil lagi, ASI ibu stop. Jadi kalau mau anak berkualitas, berikan gizi cukup sejak di kandungan sampai 2 atau 3 tahun," pungkas Surya Chandra.

(vin)
TAG : Orangtua

Baca Juga

LIFE STORY #3: "Saya Lanjut Gaungkan Anti <i>Bullying</i> ke Setiap Sekolah!"

LIFE STORY #3: "Saya Lanjut Gaungkan Anti Bullying ke Setiap Sekolah!"