Hati-hati! Saat Olahraga, Keringat Bisa Sebabkan Bakteri pada Area Kewanitaan

Hati-hati! Saat Olahraga, Keringat Bisa Sebabkan Bakteri pada Area Kewanitaan

Walaupun aktif bergerak atau yoga, area kewanitaan tetap harus dijaga higinitasnya (Foto: Ist)

HIDUP sehat merupakan dambaan bagi setiap wanita Indonesia. Menjaga pola makan, beristirahat yang cukup, dan berolahraga secara teratur merupakan upaya untuk mewujudkan hidup sehat. Olahraga mempunyai banyak manfaat seperti melancarkan peredaran darah, membuat organ tubuh lebih sehat, menenangkan pikiran, membakar timbunan lemak, memperkuat stamina, dan manfaat lainnya.

Pada zaman modern seperti ini, olahraga outdoor atau olahraga di alam terbuka merupakan olahraga yang banyak diminati. Selain kita bisa merasakan udara alam secara langsung, olahraga di luar bisa diikuti oleh banyak orang. Lari bersama, bersepeda, senam sehat, bahkan sampai yoga sudah banyak diselenggarakan di luar ruangan dengan ribuat peserta.

Namun, berolahraga di iklim Indonesia yang tropis dan cenderung panas, mudah membuat tubuh kita merasa lembab. Terutama pada daerah yang tertutup seperti area kewanitaan.

Ditambah lagi, pada saat olahraga, tubuh mengeluarkan keringat dan membuat tubuh kita semakin lembab. Lembab dan keringat membuat bakteri tumbuh dengan cepat, bahkan dapat memicu gatal, iritasi, bahkan sampai keputihan. Apalagi pada saat haid.

Idealnya, pembalut dan pantyliner harus diganti minimal setiap 3 jam sekali. Namun, aktivitas yang sibuk, sering kali membuat kita lalai untuk mengganti pembalut dan pantyliner. Kenyataannya, setelah 3 jam, bakteri mulai tumbuh dan berkembang semakin cepat.

Oleh karena itu, wanita Indonesia yang aktif berolahraga, memerlukan perlindungan antiseptik alami yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Salah satu tanaman asli Indonesia yang sudah terkenal dari zaman dahulu mengandung antiseptik alami adalah daun sirih. Daun sirih mengandung antiseptik yang berasal dari turunan zat bernama Fenol yang disebut Kavikol yang memiliki kemampuan antiseptik lima kali lipat dari antiseptik pada fenol biasa.

Dari kandungan antiseptiknya yang tinggi inilah, PT Softex Indonesia berinovasi dengan menciptakan Softex Daun Sirih. Dengan ekstrak daun sirih alami, efektif menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, kemampuan menyerap 1 detiknya membuat permukaan tetap kering dan nyaman selama haid.

Softex Daun Sirih sudah teruji klinis di Australian Dermatologist sebagai pembalut yang aman untuk kulit sensitif wanita, jadi tidak perlu takut iritasi saat memakai Softex Daun Sirih. Selain itu, Softex Daun Sirih juga sudah mendapatkan sertifikasi HALAL dari Majelis Ulama Indonesia.

Inovasi terbarunya adalah Softex Daun Sirih 3 in 1. Ada tiga jenis pembalut dalam satu kemasan. Dari yang pendek 23 cm, sampai yang panjang 29 cm, dan 36 cm. Plus, ada bonus pantyliner-nya juga, sangat praktis untuk kebutuhan satu siklus.

Untuk menjaga kebersihan pada saat salat, gunakan Softex Pantyliner Daun Sirih agar area kewanitaan tetap bersih dan kering selama bulan Ramadan nanti.

Jadi, yuk, jaga kesehatan area kewanitaan kita dengan Softex Daun Sirih, agar Bersih Sehat, Bebas Worry!

(hth)

Baca Juga

Hadirkan Desain ala Skandinavia, <i>Retail</i> Furnitur Asal Denmark Buka Gerai ke-10

Hadirkan Desain ala Skandinavia, Retail Furnitur Asal Denmark Buka Gerai ke-10