Wow, Indonesia Bangun 20 Ribu Homestay untuk Saingi Malaysia dan Thailand

Wow, Indonesia Bangun 20 Ribu Homestay untuk Saingi Malaysia dan Thailand

Ilustrasi Turis Asing ke Indonesia (foto: Shutterstock)

INDONESIA begitu kaya dengan potensi pariwisata yang melimpah, gunung, lautan, hingga budaya bisa ditemukan di seluruh pelosok. Wisatawan asing pun tak segan untuk berpetualang di Tanah Air.

Namun, selama ini yang menjadi kendala adalah minimnya akomodasi penginapan di setiap wisata berpotensi khususnya kawasan 10 destinasi pioritas. Untuk itu pemerintah mengadakan progam pembangunan 20 ribu homestay di tahun 2017 ini.

"Dengan adanya 20 ribu homestay maka akan ada 100 ribu kamar. Soalnya untuk mencapai 20 juta wisatawan, kalau enggak dibangun kita akan kalah dengan Malaysia, Thailand, dan Bhutan," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya di Rakornas Caturwulan II.

Pembangunan homestay ini nantinya juga akan membangun sekitar dua ribu desa wisata yang tak kalah dengan resor mewah selama ini. Investasi yang dibutuhkan pun tidaklah sedikit, di mana sekitar 20 Miliar USD dibutuhkan untuk membangun homestay tersebut.

Dan, homestay yang dibangun bukanlah seperti hotel pada umumnya. Nantinya suasana khas Indonesia pun dihadirkan di setiap bangunan, bambu-bambu serta ratan pun menjadi material utama untuk membuat homestay.

"Menginap di homestay juga tidak mahal kok. Kami akan membuka harga dari mulai Rp200 ribu satu malamnya," unggahnya.

Fasilitas menginap di homestay juga akan dilengkapi dengan teknologi internet, di mana untuk menginap pengunjung bisa memesan kamar melalui aplikasi yang sudah dibuat kemenpar sendiri.

Pembangunan pun tidak semata-mata di bawah pemerintah saja, tetapi juga dengan kerjasama pengembang professional, sekaligus progam-progam csr lainnya. Dan, pembangunan pun sudah mulai berjalan di mana satu homestay membutuhkan waktu enam bulan pembangunan.

(fid)

Baca Juga

Jangan Lewatkan Keseruan Lomba Mendayung Rakit Tradisional di Sungai Lematang

Jangan Lewatkan Keseruan Lomba Mendayung Rakit Tradisional di Sungai Lematang