Masihkah Anda Percaya dengan 3 Mitos Hipertensi Ini?

Masihkah Anda Percaya dengan 3 Mitos Hipertensi Ini?

Ilustrasi (Foto: Indiatimes)

HIPERTENSI menjadi momok penyakit yang menyerang masyarakat modern. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti hipertensi. Sebagian besar, hipertensi dapat dicegah dengan tidak merokok, membatasi asupan alkhol, dan menjalankan pola hidup sehat.

Namun, ada sebagian mitos menimbulkan miskonsepsi mengenai hipertensi. Melansir laman The Hans India, Jumat (19/5/2017), dr Santosh Kumar Dora, kardiolog senior di Asian Heart Institute, Mumbai, mengungkap beberapa mitos soal hipertensi berikut ini.

Tidak ada gejala yang berarti

Sebagian besar penderita hipertensi tidak memiliki gejala apapun. Gejala yang timbul bisa berupa sakit kepala, pusing, dan tidak enak badan. Bila tidak diobati, hipertensi dapat menyebabkan masalah serius, seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal, dan masalah mata.

Hipertensi perlu dideteksi secara dini dan diobati ssegera mungkin, American Heart Assocation menyarankan setiap orang untuk memeriksa tekanan darah setidaknya setiap dua tahun.

Hipertensi bukan penyakit umum

Hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Semasa hidup, pria memiliki risiko hipertensi 90 persen, sementara wanita tidak mengalami hipertensi di rentang usia 55-65 tahun. Wanita dapat bertahan hidup hingga usia 80-85 tahun. Statistik ini menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi sangat umum terjadi di masyarakat dan kejadian ini meningkat secara signifikan, seiring bertambahnya usia.

Modifikasi gaya hidup tidak berpengaruh terhadap hipertensi

Berlawanan dengan kepercayaan populer, obat hipertensi perlu dimodifikasi dengan gaya hidup sehat. Keduanya memiliki peran penting untuk mengelola hipertensi.

Biasanya dokter merekomendasikan pola makan DASH (dietary approach to stop hypertension) dengan mengurangi asupan sodium dan tinggi potasium untuk membantu menurunkan tekanan darah. Menu makanan DASH terdiri dari sayuran, buah, ikan, unggas, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Bila dilakukan dengan serius, pola diet DASH dapat menurunkan sekira 5,5 mmHg tekanan darah sistolik dan 3 mmHg diastolik.

(hel)

Baca Juga

''Memelihara'' Bulu Kemaluan Mampu Mencegah Infeksi Menular Seksual

''Memelihara'' Bulu Kemaluan Mampu Mencegah Infeksi Menular Seksual