Kenapa Digelitik dan Menggelitik Sendiri Sensasi Gelinya Berbeda?

Kenapa Digelitik dan Menggelitik Sendiri Sensasi Gelinya Berbeda?

Ilustrasi. (Foto: Hellosehat)

PERNAHKAH Anda tidak sengaja menyentuh bagian tubuh tertentu seseorang dan ia merasakan geli yang tidak biasa? Mengapa ada orang yang merasa geli saat disentuh sedikit saja, tapi ada juga yang tahan geli meski sudah digelitiki?

Sebagian orang merasa geli berlebihan jika bagian tubuhnya disentuh, meski bukan disengaja untuk membuatnya merasa geli. Untuk mengungkap hal ini, ahli saraf David J. Linden, yang juga seorang profesor di Johns Hopkins University School of Medicine menjelaskan, pada dasarnya rasa geli adalah pertahanan pertama terhadap serangan.

Ia mencontohkan bahwa pada bagian telapak kaki semua orang cenderung merasakan geli jika diraba. Namun, di bagian kulit lainnya, rasa geli yang muncul ketika diraba merupakan reflek mekanisme tubuh untuk melawan serangan yang dipicu oleh serangga atau binatang lain yang mungkin menggerayangi tubuh Anda.

Gatal dan merasa geli adalah efek serupa yang menuntut respons fisik langsung. Anda bisa menganggap hal itu sebagai petunjuk agar tidak terjadi serangan lanjut. Namun, hal ini tidak berlaku jika serangan berasal dari diri sendiri. Ia mencontohkan, ketika tangan Anda menggerayangi bagian tubuh yang rentan terhadap geli, maka tidak ada perasaan menggelitik yang muncul.

Berbeda jika orang lain atau binatang yang melakukannya kepada Anda. Secara reflek otak akan mengatur untuk menimbulkan sensasi geli. Sedangkan pada mereka yang lanjut usia, Linden mengatakan sensasi geli akan berkurang. Ia pun mengatakan bahwa setiap bertambahnya usia, seseorang kehilangan sekitar satu persen dari ujung saraf kulit yang berperan mengatur rasa geli. Tapi kehilangan ujung saraf tidak sepenuhnya menyebabkan rasa geli berkurang.

Tapi mengapa Anda tidak merasa geli jika menggelitiki diri sendiri?
Jawabannya terletak pada area otak yang disebut otak kecil atau cerebellum, yang terlibat dalam pemantauan gerakan. Studi yang dilakukan oleh tim peneliti di Universitas College London menunjukkan bahwa cerebellum dapat memprediksi sensasi yang ditimbulkan oleh gerakan Anda sendiri, tetapi tidak jika gerakan itu dilakukan oleh orang lain.

Sarah-Jayne Blakemore, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut mengungkapkan bahwa ketika Anda mencoba menggelitik diri sendiri, cerebellum memprediksi sensasi yang akan ditimbulkan, dan prediksi tersebut digunakan untuk membatalkan respon dari daerah otak lainnya.

Ia menjelaskan, ada dua area otak yang terlibat dalam memproses perasaan ketika Anda digelitik, yaitu korteks somatosensori yang memproses sentuhan dan korteks singulat anterior yang memproses informasi yang menyenangkan (perasaan nyaman). Kedua area ini kurang aktif saat seseorang menggelitik dirinya sendiri, dibanding saat ia digelitik oleh orang lain.

Studi lebih lanjut menemukan, Anda bisa menggelitik diri sendiri dan merasakan sensasi lumrah seperti digelitik orang lain dengan bantuan robot yang dikendalikan dengan remot. Ketika Anda menekan tombol pada remot, robot akan memberikan jeda selama sepersekian detik sebelum menggelitik tubuh Anda. Semakin lama jedanya, semakin geli pula rasanya.
Lantas, apakah normal jika sudah merasa geli saat baru disentuh?

(tty)
1 / 2

Baca Juga

71 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Hepatitis C, Apa Kendala Obatnya di Indonesia?

71 Juta Orang di Dunia Terinfeksi Hepatitis C, Apa Kendala Obatnya di Indonesia?