JELAJAH ISLAM: Kisah Uang Judi yang Kembali Sendiri dari Celengan Masjid Lapeo

JELAJAH ISLAM: Kisah Uang Judi yang Kembali Sendiri dari Celengan Masjid Lapeo

Masjid Lapeo (foto: Zulfikarnain/Okezone)

MASJID Nuruttaubah atau lebih dikenal Masjid Lapeo terletak di Jalan Trans Sulbar, Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, Sulbar. Masjid ini dikenal memiliki banyak kisah dan cerita di luar nalar, lantaran masjid ini dianggap memiliki banyak karomah oleh warga setempat.

Masjid ini dibangun KH Muhammad Tahir atau lebih dikenal Imam Lapeo. Ia merupakan ulama kharismatik yang lahir di Polman tahun 1838 Masehi. Sosok itu merupakan salah satu penyebar ajaran Islam di Sulbar hingga mencapai Tanah Bugis.

Menurut penuturan cucu Imam Lapeo, bernama Ustadz Ahmad Arfah, ulama masyhur tersebut mendirikan 40 masjid selama masa hidupnya. Namun Masjid Lapeo yang paling banyak dikunjungi jemaahnya. Lantaran terletak pas di depan rumah Imam Lapeo semasa hidup. Selain itu, makamnya juga terdapat di dalam masjid.

(foto: Zulfikarnain/Okezone)

"Masjid Lapeo dibangun 1800an akhir oleh Imam Lapeo, dulunya warga kampung itu dikenal akrab dengan perjudian, kemaksiatan dan kriminal. Namun semenjak Imam Lapeo hadir menyebakan ajaran Islam, masyarakat sana sekarang dikenal religius," tutur Ahmad Arfah.

Hingga kini, masyarakat yang masih mempelajari ajaran Imam Lapeo menganggap Masjid Lapeo penuh berberkah dan penuh karomah. Maka tak heran, ratusan hingga ribuan warga dari berbagai daerah datang ke masjid ini.

"Tiap hari dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Mulai dari Tanah Mandar, Mamuju sampai dari wilayah Bugis. Di samping masjid ada makam, dan di depan ada rumah peninggalan Imam Lapeo. Pengunjung yang datang selain singgah salat, juga menziarahi ketiga tempat tersebut," kata Arfa.

Pada saat awal dibangun, masjid ini menggunakan campuran putih telur. Karena saat itu, semen masih belum terlalu dikenal warga desa. Namun sudah mengalami beberapa kali renovasi hingga sekarang. Tinggal menaranya yang sampai sekarang belum direnovasi pondasinya. Hanya atasan saja yang terus dipermak.

Masjid ini, menurut Arfa banyak memperlihatkan kebesaran Allah SWT. Masyarakat sekitar kerap di perlihatkan kejadian-kejadian aneh. Salah satunya menara masjid yang sempat miring.

"Dulu menaranya sempat miring dan hampir jatuh. Kejadian itu 10 tahun lalu. Warga pun sudah siap-siap untuk merobohkannya. Tapi selang beberapa lama, tiba-tiba muncul gempa, yang mengakibatkan, menara itu kembali lurus," kisah Ustadz Arfa.

Satu waktu juga, pihak pengurus masjid dikagetkan saat kedatangan mobil truk pengangkut semen. Mereka kaget lantaran merasa tidak pernah memesan semen dalam jumlah besar. Namun sopir menyebutkan semen itu sudah dibayar oleh orang tua, saat ditanya namanya, sopir itu mengaku tak tahu. Namun menunjuk foto yang tertempel di dinding masjid.

"Orang yang difoto itu yang memesannya," tutur Arfa saat mencontohkan sopir saat menceritakan kisah ini.

Para pengurus masjid pun kaget, karena foto yang ditunjuk itu adalah Imam Lapeo yang sudah meninggal berpuluh-puluh tahun lalu.

Terbaru ini warga Lapeo kembali dihebohkan satu perisitiwa aneh lainnya. Yaitu kisah uang celengan masjid yang tiba-tiba kembali sendiri ke lemari si penyumbang. Kisah itu diungkapkan sendiri oleh si penyumbang tersebut, ia kaget karena uang yang baru ia sumbangkan tiba-tiba muncul di lemari kamarnya. Dan ia mengakui, jika uang itu merupakan hasil judi.

"Hal itu diungkapkan sendiri si penyumbang, ia kaget karena saat sudah menyumbangkan uangnya ke celengan masjid, uang yang tersimpan dalam amplop itu ia dapatkan kembali dalam lemarinya. Ternyata uang itu memang hasil judi," tegas Arfa.

Cerita-cerita tentang Lapeo memang sudah dari dulu seperti itu. Sebab semasa hidupnya, menurut cucunya, Imam Lapeo dianggap ulama yang memiliki banyak karomah.

(fid)
TAG : Judi Judi
moslemtravel

Baca Juga

OKEZONE STORY #1: Saptoyo, "Saya Bahagia Habiskan Masa Kecil di Hutan Mangrove"

OKEZONE STORY #1: Saptoyo, "Saya Bahagia Habiskan Masa Kecil di Hutan Mangrove"