Mengenal Imunoterapi, Harapan Baru untuk Penderita Kanker Paru-Paru

Mengenal Imunoterapi, Harapan Baru untuk Penderita Kanker Paru-Paru

Ilustrasi (Foto: Irandaily)

BERDASARKAN data dari Globocan 2012, kanker paru-paru menduduki urutan ke-5 di angka kematian global pada laki-laki maupun perempuan. 5 penderita kanker paru-paru hanya memiliki angka harapan hidup 6-9 bulan.

Umumnya, kanker paru-paru baru bisa terdeteksi jika sudah stadium lanjut sehingga pengobatannya lebih sulit. Tapi, kini telah ada metode pengobatan terbaru untuk kanker paru-paru, yaitu imunoterapi.

Imunoterapi adalah bentuk pengobatan kanker yang mencegah interaksi antara sel T milik sistem imun dengan tumor. Saat tumor dan sel T berinteraksi, sebuah protein di tumor yang disebut PD-L1 melumpuhkan sel T sehingga sel-sel imun tidak dapat mengenali dan membunuh sel kanker.

Melalui imunoterapi, interaksi antara tumor dan sel T dihambat, sehingga sel T bisa mendeteksi dan membasmi sel-sel kanker. Imunoterapi memperkuat sel-sel imun untuk membasmi sel-sel kanker. Imunoterapi diberikan setelah kemoterapi tidak berhasil. Imunoterapi baru bisa diberikan kepada pasien yang memberikan reaksi terhadap tes PD-L1.

“Ïmunoterapi menjadi bagian penting dalam pengobatan kanker paru-paru. Respon yang ditawarkan lebih bertahan lama dan efek sampingnya lebih sedikit. Imunoterapi dapat memperpanjang angka harapan hidup penderita,” papar dr Sita Laksmi Andarini, Sp.P(K),PhD dalam diskusi bertema Imunoterapi, Harapan Baru Pengobatan Kanker di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Dulu, metode ini dianggap sebelah mata bisa mengobati kanker paru-paru. Namun kini ada data ilmiah yang mendukung bahwa imunoterapi menjadi standar pengobatan untuk terapi kanker paru-paru. Di Indonesia, obat imunoterapi yang sudah mendapat persetujuan dari BPOM adalah Pembrolizumab yang diluncurkan oleh MSD Indonesia.

Angka kesintasan pasien yang menjalani imunoterapi adalah 8-12 bulan. Dari hal itu, ada beberapa pasien yang mendapatkan keuntungan karena bisa bertahan hidup lebih lama.

Di Indonesia sendiri, metode imunoterapi baru bisa diterapkan pada pasien kanker paru-paru stadium lanjut yang gagal dengan pengobatan lini pertama. Jadi bisa dikatakan bahwa imunoterapi adalah pengobatan lini kedua.

(hel)

Baca Juga

<i>Guys</i>, Olahraga yang Berlebihan Bisa Menyebabkan Infertilitas, <i>Bikin</i> Jumlah Sperma Menurun!

Guys, Olahraga yang Berlebihan Bisa Menyebabkan Infertilitas, Bikin Jumlah Sperma Menurun!