Menguak Kisah Pertaubatan Nabi Adam AS

Menguak Kisah Pertaubatan Nabi Adam AS

Ilustrasi (Foto: Ognature)

TAK ada manusia yang sempurna. Semua manusia pasti pernah berbuat dosa dengan melanggar perintah Allah SWT, termasuk Nabi Adam alaihis salam (AS).

Dalam buku Doa Menembus Langit, Hj. Fadillah Ulfa, Lc., M.A., menuturkan, telah dikisahkan dalam Alquran tentang bagaimana khalifah (pemimpin) di muka bumi itu melanggar perintah Allah SWT kemudian bertaubat dan dosanya diampuni, setelah memanjatkan doa. Seperti apakah doa yang dipanjatkan Nabi Adam? Berikut kisahnya:

Nabi Adam AS telah bermaksiat kepada Allah SWT, yaitu dengan memakan buah (khuldi) yang dilarang oleh Allah SWT untuk didekati. Pelanggaran itu beliau lakukan karena menuruti godaan dan rayuan setan sebagaimana dijelaskan dalam kalam Allah SWT berikut ini.

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" (QS: Al-Araf (7) :22)

Setelah peristiwa itu Nabi Adam AS langsung bertobat dan berdoa kepada Allah SWT memohon ampunan.

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS: Al-Baqarah (2) :37)

Nabi Adam AS dan istrinya, Hawa tertunduk di hadapan Allah seraya berdoa,

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS: Al-Araf (7) : 23)

Allah SWT pun kembali menegaskan telah mengampuni Adam

ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ

“Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (QS: Thaha (20 : 122)

Dalam sebuah riwayat, dari Ibnu Asakir dan Mujahid dikisahkan, “Allah telah memerintahkan dua malaikat untuk mengeluarkan Adam dan Hawa dari sisi-Nya (surga-Nya). Jibril pun menanggalkan mahkota yang melekat di atas kepalanya (Adam), sedangkan Mikail melepaskan iklil (mahkota) yang ada di keningnya (Hawa). Beliau pun berlindung di belakang dahan pohon.

Adam AS mengira Allah akan segera mengazabnya. Ia pun menundukkan kepalanya dan dengan lirih ia berkata ‘Ampunan-MU, wahai Tuhan! Ampunan-Mu, wahai Tuhan.’

Lalu Allah berkalam, (Wahai Adam) apakah engkau ingin melarikan diri (bersembunyi) dari-Ku?’

Adam menjawab, ‘Tidak, wahai Tuhan! Namun, aku merasa malu kepada-Mu.’ Adam pun bergantung sepenuhnya kepada Allah, beristighfar, merasa menyesal, dan mengakui kesalahannya, serta bertobat kepada Allah. Allah pun menerima tobatnya, meski kemudian Adam dan Hawa harus diturunkan ke Bumi, untuk menjalani takdirnya.

(vin)
tipsramadan

Baca Juga

Memandang dari Lensa Islam, Ternyata Anak-Anak Mengajarkan Banyak Hal kepada Orang Dewasa

Memandang dari Lensa Islam, Ternyata Anak-Anak Mengajarkan Banyak Hal kepada Orang Dewasa