KAYA REMPAH: Menjejak Rempah Indonesia di Pasar Pabean Surabaya

KAYA REMPAH: Menjejak Rempah Indonesia di Pasar Pabean Surabaya

Menjejak rempah di Pasar Pabean Surabaya (Foto:Shutterstock)

REMPAH-REMPAH bak primadona yang menebar pesonanya dan menjadi magnet yang menarik kuat para penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai Maluku, kepulauan di timur Bumi Pertiwi.

Tidak hanya Portugis, kemudian Belanda dan Jepang dengan girang menjejakkan kakinya di Tanah Air. Indonesia memang kaya akan rempah-rempah, maka tidak heran kuliner Indonesia juga kaya akan cita rasa yang bahkan tidak dimiliki bangsa lainnya.

Maka menjelajahi sebuah daerah bagi seorang William Wongso adalah juga bagaimana menjelajah kekayaan rasa lewat rempah-rempahnya. Pasar tradisional adalah sudut yang menjadi pilihan pakar kuliner ini untuk merekam keragaman rempah di Indonesia.


Lewat instagramnya, William Wongso sangat aktif memberikan informasi terkait kuliner Indonesia maupun luar negeri. Bukan sekadar pamer foto, William juga membagi cerita pada setiap unggahan fotonya.

Pun ketika menyambangi Pasar Pabean Pengepul Bawang Merah di Surabaya, Jawa Timur, kamera lelaki paru baya ini tidak melewatkan mengabadikan aneka rempah yang ia temui.

Seperti dalam foto kolase William menunjukkan seorang wanita yang jari-jarinya lincah menguliti kacang kenari. Dalam caption fotonya yang berbahasa Inggris, William menulis kacang kenari adalah almondnya daerah beriklim tropis.


Masuk dalam family Burseraceae, Canarium atau kacang kenari tumbuh subur secara alami di Benua Afrika, hingga akhirnya melalang buana ke sejumlah wilayah, termasuk ke Indonesia melalui kawasan Borneo.

Masih dijelaskan William, kacang kenari umumnya digunakan untuk membuat gula palem, manisan, kue atau bahan masakan. Wilayah Indonesia Timur seperti Maluku adalah yang paling banyak ditemukan hidangan yang berbahan dasar kacang kenari.

Hasil jepretan William lainnya adalah buah pinang. Masih foto dalam bentuk kolase, pria asal kelahiran Malang, Surabaya ini memperlihatkan buah pinang yang masih hijau menggantung di tiang kios pedagang bumbu dapur di Pasar Pabean.


Foto lainnya ia memperlihatkan potongan-potongan buah pinang kering dan foto ketiga adalah segelas jus pinang.

Dalam caption fotonya ia menuliskan, pinang dipercaya bisa memberikan keperkasaan pria saat berhubungan intim dengan pasangannya. Untuk ini, umumnya pinang dikonsumsi dengan cara dibuat jus di Sumatera Barat.

Lalu pada sudut pasar lainnya, William Wongso seolah menemukan "harta karun' untuk bidikan kameranya. Ya setumpuk batang-batang kayu manis yang segar menunggu didistribusikan ke dapur-dapur rumah tangga melezatkan hidangan untuk keluarga.


Dalam literasi Wikipedia, kayu manis adalah sejenis pohon penghasil rempah-rempah yang beraroma manis dan pedas.

Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang pertama kali digunakan di Mesir Kuno sekira 5.000 tahun lalu.

Kayumanis umumnya digunakan untuk membuat masakan yang bercita rasa manis seperti kue, campuran minuman herbal dan juga masakan yang bercita rasa manis seperti semur.

Tidak hanya bermanfaat sebagai penyedap masakan saja, kayu manis juga kerap digunakan untuk pengobatan tradisional karena mengandung zat seperti euganol, kalsium oksalat, lemak dan asparagin.

(ndr)

Baca Juga

Cantiknya Minuman Bohlam yang Lagi Viral di Media Sosial

Cantiknya Minuman Bohlam yang Lagi Viral di Media Sosial