Selain Mi Instan, Kenali Bahan dalam Makanan Asal Korea yang Disinyalir Mengandung Babi

Selain Mi Instan, Kenali Bahan dalam Makanan Asal Korea yang Disinyalir Mengandung Babi

Snack dari Korea (Foto:Kyumeshop)

MEREBAKNYA isu produk mi instan non-halal yang berasal dari Korea, memaksa masyarakat Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Selain mi instan, ternyata masih banyak produk makanan asal Negeri Ginseng itu yang beredar di pasaran.

Mulai dari olahan cokelat, makanan ringan, hingga olahan pastry telah lama menginvasi pasar dalam negeri. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada beberapa petunjuk penting yang harus Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli produk makanan import, khususnya dari Korea.

Berdasarkan hasil laporan yang dipaparkan Muhammad Usman yang berjudul "Halal Food Guide for Muslims living in Korea", sejumlah produk makanan asal Korea disinyalir menggunakan bahan baku non-halal seperti penggunaan lemak atau minyak babi.

Salah satu contohnya adalah olahan keju. Untuk membuat produk keju berkualitas, mayoritas produsen makanan menggunakan rennet atau dikenal sebagai enzim yang digunakan dalam proses pembuatan keju.

Rennet umumnya berasal dari bagian lambung anak sapi. Namun di negara-negara non-muslim seperti Korea, mereka menggunakan rennet yang berasal dari bagian perut babi. Produsen makanan asal Korea biasanya mengimpor rennet dari Australia.

Selain olahan keju, masih banyak umat muslim yang tidak menyadari bahwa banyak produk-produk pastry yang ternyata mengandung bahan baku non-halal seperti, lemak dan minyak babi (shortening).

Sebagai contoh, jika Anda menemukan tulisan "쇼트닝" pada kemasan makanan, sebaiknya hindari karena tulisan tersebut memiliki arti"shortening" atau mengandung minyak babi.

Berikutnya ada gelatin dan jelly. Seperti diketahui, gelatin merupakan bahan makanan yang mengandung protein tidak berbau dan tidak berasa. Bahan makanan ini sering diolah menjadi makanan pencuci mulut atau campuran pada salad.

Laporan ini menerangkan, gelatin umumnya diperoleh dari proses perebusan tulang, kuku, dan sisa bagian tubuh hewan yang tidak digunakan lagi. Bahkan, semua produk yang mengandung gelatin pun dinyatakan haram dan tidak layak dikonsumsi oleh umat Muslim.

Meskipun Anda mendapati tulisan "Fruits Jelly" pada kemasannya, bukan berarti produk tersebut terbuat dari buah-buahan. Bahan makanan ini justru terbuat dari pectin (sejenis karbohidrat).

Tidak sampai di situ saja. Semua produk cokelat yang diproduksi di Korea juga disinyalir mengandung lecithin, air dadih (cairan semi transparan yang tertinggal selama proses pengendapan dalam pembuatan keju), vanilla liquid, dan gelatin yang sempat disebutkan pada penjelasan sebelumnya. Demikian dilansir dari Danarif.com, Senin (19/6/2017).

(ndr)

Baca Juga

RESEP NENEK: Sambal Goreng Kikil, Daging & Petai Suguhan Spesial untuk Lebaran

RESEP NENEK: Sambal Goreng Kikil, Daging & Petai Suguhan Spesial untuk Lebaran