Mengapa Mencampurkan Minyak Babi pada Masakan? Ini Alasannya

Mengapa Mencampurkan Minyak Babi pada Masakan? Ini Alasannya

Wonton soup (Foto:Theoldreader)

DI tengah maraknya isu mi instan asal Korea yang mengandung babi, sejumlah pertanyaan pun muncul, apakah lemak dan minyak babi memengaruhi rasa makanan? Atau bahkan ampuh untuk membuat para konsumen ketagihan?

Menurut pakar kuliner Indonesia, William Wongso, kandungan lemak dan minyak babi pada makanan memang memiliki kontribusi besar dalam mencipatakan sensasi rasa yang khas dan mengundang selera.

"Lemak itu memberikan cita rasa. Kalau mau masak sup biasanya ditambahkan lemak-lemak karena akan memberikan cita rasa yang berbeda. Kalau sup sudah dingin baru lemak dibuang," tutur William Wongso saat dihubungi Okezone via telepon, Senin 19 Juni 2017.

Selain menambah cita rasa, lemak babi juga memiliki karakteristik yang khas. Ia mampu membuat aroma masakan menjadi lebih wangi, serta melembutkan tekstur masakan.

"Contoh kecilnya adalah sosis. Agar teksturnya lembut dan gurih, sosis sering ditambahkan lecitin, kolagen, dan juga lemak atau minyak hewani. Bahkan, untuk membuat burger agar terasa lebih juicy juga harus ditambahkan 15 persen kandungan lemak," tukas William.

(ndr)

Baca Juga

Saat Lebaran Penyanyi Fadhilah "Rising Star" Paling Doyan <i>Ngunyah</i> Kue Ini

Saat Lebaran Penyanyi Fadhilah "Rising Star" Paling Doyan Ngunyah Kue Ini