UNCOVER INDONESIA: Keindahan Rambut Monte Serasa Tidak Sedang Berada di Tanah Air

UNCOVER INDONESIA: Keindahan Rambut Monte Serasa Tidak Sedang Berada di Tanah Air

Wisata Rambut Monte, Blitar, Jawa Timur (foto: Instagram/@scamihaza)

WISATA alam jadi pilihan destinasi yang selalu dituju ketika musim liburan datang. Alam memang selalu menawarkan keindahan dan pesonanya yang khas dan membuat rindu.

Rambut Monte, salah satu destinasi wisata alam yang berada di Jawa Timur. Keindahan bercampur dengan sejarah yang terukir di tanahnya membuat harmonisasi keindahan yang tidak bisa dibayar dengan apapun.

Live: Edisi Salah Fokus. Biskuit Monte.. Eh Rambut Monte! #EkspedisiPancasila #ExploreBlitar #PesonaBlitar. . Traveling sambil puasa kadang membuat saya sedikit nggak fokus. Paduan antara kurang cairan yang katanya bikin nggak fokus dan kurangnya tidur membuat saya hilang konsentrasi pada beberapa saat, seperti hang pada laptop Windows selama beberapa detik, lalu bisa berjalan lagi dengan normal. Padahal, dari awal puasa sudah on trip terus, tetapi masih aja kadang-kadang begitu juga. Mungkin faktor U. Dibutuhkan nutrisi otak. Not Responding kalau kata tukang oprek komputer mah. . Sama seperti perjalanan saya bersama team @portraitindonesia dan @jelajahblitar, saya sering salah sebut destinasi. Entah Pantai Gondol Mayat yang harusnya Gondo Mayit, Pantai Sange yang harusnya Pantai Pange 😂, hingga Rambut Monte yang sampai sekarang saya nggak ngerti kenapa namanya mesti rambut, nggak alis Monte atau jidat Monte sekalian. . Saya mencoba bertanya kepada petugas yang ada, tetapi malah mendapat jawaban yang kurang memuaskan. Padahal Rambut Monte ini indah bener lho guys. Dibalik sebuah hutan dan pepohonan rindang, terdapat sebuah Telaga yang jika bulan puasa tampak seperti Blue Sky Ocean yang biasa kamu pesan di cafe millenial masa kini. Bawaannya pengen ditenggak deh itu air. Seger gitu, lalu ada mata air ditengah telaga yang membuat warna airnya sedikit berbeda. . Kerennya lagi, ditelaga itu hidup jenis ikan Cengkaring, yang berukuran besar. Katanya sih zaman dulu itu ikannya para Raja dan termasuk salah satu ikan purba menurut petugas. Katanya sih hanya ada empat tempat di Indonesia yang mengembangkan ikan Cengkaring. Tapi bukan itu yang jadi konsen saya sih. Kenapa namanya mesti Cengkaring, nggak Cengkareng? . Kalau kamu baca caption diatas, bisa terlihat saya mulai halu karena membandingkan telaga dengan aneka minuman, hutan dengan biskuit, rambut dengan jidat, dan ikan dengan bandara. Separah itukah salah fokus? Gapapa sih, asal jangan gagal fokus dari kamu aja. . Mana temenmu yang suka gagal fokus, ceburin aja disini..

Sebuah kiriman dibagikan oleh Travel Blogger | (Yud & Nov) (@catatanbackpacker) pada Jun 17, 2017 pada 2:42 PDT

Telaga, candi, dan tempat meditasi terdapat di destinasi wisata Rambut Monte ini. Candi yang terdapat di lokasi Rambut Monte merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama hindu pada jaman Kerajaan Majapahit.

Rambut Monte terletak di balik hutan yang memiliki pepohonan rindang. Telaga yang terdapat di bawah candi, dihuni oleh ikan-ikan yang disebut Ikan Dewa oleh warga setempat.

Anda yang datang berkunjung ke sini bisa duduk-duduk santai menikmati udara yang masih bersih dan segar serta pemandangan air telaga yang indah bukan kepalang. Ditambah lagi dengan suasana hutan yang membuat hati teduh, serasa tidak sedang berada di Indonesia.

Pantulan air yang berwarna kehijauan menambah pesona Rambut Monte. Uniknya, warna hijau air telaga hanya ada di tengah-tengah Telaga. Air telaga yang jernih membuat apapun yang ada di dasar telaga bisa terlihat dengan jelas.

Anda penasaran dengan cara untuk mencapai Rambut Monte? Cobalah untuk menuju Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dari Kota Blitar, Anda harus menghabiskan waktu selama 50 hingga 60 menit di perjalanan menuju Rambut Monte.

Rambut Monte Terletak di Krisik, Gandusari, Blitar Rambut Monte merupakan kawasan situs cagar budaya berupa candi dengan bonus telaga berwarna biru tosca ini. Memasuki pelataran Rambut Monte, akan disambut pohon pohon besar yang menaungi candi. Semilir angin membuat dedaunan pohon berguguran memberi kesan romantis nan magis. menuruni anak tangga akan mengantarkan pengunjung pada tepian telaga. sekilas telaga cantik tersebut mungkin terlihat dangkal, namun jika diperhatikan secara seksama terlihat pergerakan gelembung lumpur di pusat sumber airnya yang dipercaya memiliki kedalaman tak terukur. Selain itu banyak ikan berenang di sekitar sumber air. banyak yang menyebutnya ikan dewa. konon katanya ikan dewa yang menghuni telaga ini tidak pernah bertambah ataupun berkurang jumlahnya HTM 🎫 Rp3.000,00/orang Foto dolan dari @wijayarga #ayodolan #ayocerita #ayodolanblitar #rambutmonte #blitar

Sebuah kiriman dibagikan oleh INDONESIA | #ayodolan (@ayodolan) pada Apr 15, 2017 pada 4:24 PDT

(fid)

Baca Juga

5 Tradisi Idul Fitri di Negara Minoritas Islam

5 Tradisi Idul Fitri di Negara Minoritas Islam