JELAJAH ISLAM: 3 Masjid Tercantik di Sepanjang Jalur Mudik Yogyakarta

JELAJAH ISLAM: 3 Masjid Tercantik di Sepanjang Jalur Mudik Yogyakarta

Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta (foto: Instagram/@lickitoard)

YOGYAKARTA merupakan kawasan paling banyak diincar ketika mudik Lebaran. Selain wisatanya bagus, di sepanjang jalur mudik Kota Gudeg juga terdapat banyak masjid cantik untuk menemani perjalanan mudikers.

Sebagai kawasan budaya, banyak masjid-masjid bersejarah dengan arsitektur bernuansa Islami yang begitu mahsyur untuk ditelusuri jika mudikers lewat kawasan Yogyakarta. Dinding-dinding dengan ukiran-ukiran mozaik, atap kayu, dan pondasi bambu yang bagus menjadi pemandangan yang akan memanjakan Anda selama Lebaran.

Nah, penasaran di mana saja masjid di sepanjang jalur mudik Yogyakarta yang bagus untuk diulas? Berikut rangkuman Okezone.

Masjid Jogokariyan

– Masjid Jogokariyan terletak di tengah-tengah kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta. Masjid ini menjadi tempat inspirasi bagi 4 RW yang ada disekitarnya. Namun kini, masjid ini sering menjadi rujukan bagi masjid-masjid lainnya dalam hal manajemennya yang unik dan patut dicontoh bagi masjid-masjid lainnya. Apa keunikannya, yuk kita simak berikut ini dari rangkuman Ustadz Salim. A. Fillah. 1. Memilik Data Base Warga Setiap tahun masjid Jogokariyan memiliki program Sensus Masjid yang bertujuan untuk mendata jamaahnya dan sebagai informasi awal kegiatan. Data Base dan Peta Da’wah *Masjid Jogokariyan Yogyakarta* tak hanya mencakup : Nama KK dan warga, Pendapatan, Pendidikan dan lain-lain, tetapi juga sampai kepada : – Siapa saja yang sholat & yang belum sholat. – Yang sholat di Masjid & yang belum sholat di Masjid. – Yang sudah berzakat atau yg belum. – Yang sudah ber-qurban atau yg belum ber-qurban. – Yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau yang belum. – Yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana. Dari Data Base diatas kita bisa tahub Bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekitar masjid) yg belum sholat tahun 2010 ada 17 orang Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang. Dari sinilah perkembangan Da’wah selama 10 tahun terlihat. Data jamaah juga digunakan tuk Gerakan shubuh Berjamaah. Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan tuk Gerakan Shubuh… By name… UNDANGAN : Mengharap kehadiran Bapak/Ibu/Saudara… dalam acara Sholat Shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB di Masjid Jogokariyan. Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Sholat Shubuh… hasilnya…?? Silahkan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Sholat Jum’at. 2. Sistem Pendanaan Masjid Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa. ini harus dijaga, misalnya, tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu, sehingga konsumsi untuk tamu diorderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan. lanjutan di komentar #MasjidJogokariyan #Jogja #MasjidIndonesia #MuslimKeren #Masjidkreatif

Sebuah kiriman dibagikan oleh yulianzzah_putra (@yulianzzah_putra) pada Jun 17, 2017 pada 1:19 PDT

Masjid ini berlokasi di Desa Jogokariyan dan sudah terkenal di seluruh dunia. Nuansa berwarna hijau toska menghiasi setiap pillar di dalam masjid. Selain adem untuk dijadikan tempat beribadah, Anda juga bisa mengunggah foto terbaik dengan latar pemandangan masjid cantik tersebut.

Terlebih dari luar bentuknya tidak seperti masjid pada umumnya, di mana bangunan seperti sebuah rumah tingkat dua. Saat salat Idul Fitri lebih baik datang lebih pagi agar Anda dapat tempat, sebab masjid ini selalu ramai dikunjungi.

Masjid Gedhe Kauman

Jogja

Sebuah kiriman dibagikan oleh joko wardiyanto(siglelillah) (@jackszends222) pada Jan 16, 2017 pada 7:56 PST

Masjid ini berlokasi di kawasan keraton, dan memiliki bangunan bersejarah untuk ditelusuri. Dari bagian depan saja Anda akan disuguhkan dengan sebuah pagar batu bata berwarna putih, dengan papan nama berbentuk setengah lingkaran bernuansa zaman dulu dengan arsitektur khas Jawa.

Masjid ini merupakan masjid tertua di Jogja, di mana bangunan dibuat sejak zaman Sri Sultan Hamengkubuwono I dan Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat yang menjadi penghulu keraton pertama, serta bangunan dirancang oleh Kyai Wiryokusumo.

Masjid Sunan Kalijaga

16 Ramadhan 1438 H. Mari bersama kt berlatih utk rutin menyempatkan menunaikan shalat Dhuha.. “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no. 720.) #MasjidSunanKalijaga #YogyaIstimewa. #RamadhanCeria.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ridwan Ageng Ashari (@agengwsp) pada Jun 10, 2017 pada 9:22 PDT

Masjid ini berlokasi di salah satu kampus di Yogyakarta, dan menjadi destinasi pilihan umat muslim untuk melakukan ibadah salat Idul Fitri. Bangunan di sana terlihat begitu kokoh, dan juga modern, di mana suasana seperti di Masjid Arab pada umumnya.

Menara tinggi, ornamen keramik-keramik menghiasi setiap pillar di dalamnya. Saat memasuki masjid juga terasa nyaman, dan sejuk, akan memberikan Anda kenyamanan dalam beribadah.

(fid)

Baca Juga

Dikenal sebagai Negara Miskin, Ethiopia Ternyata Punya Gereja Bawah Tanah yang Luar Biasa

Dikenal sebagai Negara Miskin, Ethiopia Ternyata Punya Gereja Bawah Tanah yang Luar Biasa