Ternyata, 6 Hal Ini Bisa Sebabkan Jadwal Tidur Anda Terganggu

Ternyata, 6 Hal Ini Bisa Sebabkan Jadwal Tidur Anda Terganggu

Ilustrasi (Foto: Hellosehat)

TIDUR berkualitas adalah impian setiap orang. Hanya saja, tidak semua orang bisa tidur nyenyak. Berikut ini hal-hal yang menyebabkan tidur seseorang terganggu.

Selain bangun pagi, nyatanya memiliki tidur yang berkualitas juga menjadi masalah banyak orang, terlebih bagi mereka yang memiliki tingkat stres tinggi. Selain stres, penyebab tak bisa tidur nyenyak ternyata beragam.

Tanpa disadari, ada beberapa hal di sekitar Anda yang bisa membuat Anda tidak bisa tidur dengan nyenyak dan menyebabkan jadwal tidur terganggu setiap malam.

Penyebab jadwal tidur terganggu

Ada berbagai faktor eksternal yang secara dramatis mampu memengaruhi jadwal tidur Anda setiap malamnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang bisa membuat jadwal tidur terganggu.

1. Efek cahaya

Apakah Anda salah satu orang yang suka tidur menggunakan lampu? Nah, bisa jadi karena kebiasaan ini jadwal tidur terganggu. Cahaya merupakan salah satu faktor eksternal yang paling penting yang dapat mempengaruhi tidur Anda. Hal ini secara langsung menyulitkan Anda untuk tertidur sehingga mampu mempengaruhi waktu tidur dan mendapatkan tidur yang berkualitas. Pasalnya, mata kita bereaksi terhadap cahaya dan gelap, bahkan saat kelopak mata kita tertutup.

Hal ini dikarenakan cahaya memengaruhi ritme sirkadian di dalam tubuh melalui sel “sensitif cahaya” khusus yang berada di retina mata dengan mengurangi produksi hormon melatonin. Sel-sel ini membuat tubuh menjadi lebih waspada karena berpikir jika masih siang – sepanjang waktu, akibat dari pancaran cahaya yang bisa berasal dari pancaran lampu kamar Anda. Padahal, pada kenyataanya hari sudah malam.

2. Jet lag

Jet lag atau sindrom zona waktu adalah gangguan yang diakibatkan oleh perpindahan antara zona waktu yang terjadi secara cepat. Tubuh manusia diatur oleh suatu ritme sirkadian yang diatur di otak bagian hipotalamus yang tersinkronisasi dengan “siklus gelap-terang” sehingga menjaga kita untuk terbangun di siang hari dan tertidur di malam hari secara alami.

Nah, ritme sirkadian ini beradaptasi dengan lambat terhadap perubahan zona waktu. Akibatnya, ketika terjadi perpindahan yang cepat, pengeluaran melatonin (hormon yang berfungsi untuk mengirim sinyal kepada tubuh untuk tidur atau terbangun) menjadi tidak sesuai dengan “siklus gelap-terang”.

Jet lag ini biasanya terjadi saat seseorang berpergian melintasi zona waktu – memiliki perbedaan jam dari daerah asal ataupun jenis pekerjaan yang mengharuskan bekerja pada shift malam yang mana mengharuskan mereka bekerja saat malam hari dan tidur di siang hari.

3. Kondisi medis tertentu

Berbagai kondisi medis tertentu dapat berdampak langsung pada pola tidur Anda. Pasalnya setiap kondisi yang membuat Anda terjebak rasa sakit ataupun ketidaknyamanan dapat membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak. Beberapa kondisi medis akibat seperti arthritis, gangguan asam lambung, sindrom pra menstruasi, fibromyalgia, dan masih banyak lainnya yang menimbulkan nyeri kronis dapat membuat Anda terjaga di malam hari.

4. Kafein dan alkohol

Kafein adalah salah satu stimulan yang bisa bertahan di sistem tubuh selama berjam-jam lamanya. Jika Anda minum minuman yang mengandung kafein tinggi maka akan menghambat Anda untuk bisa tidur nyenyak. Jadi anggapan jika terlalu banyak minum kopi akan membuat susah tidur benar adanya.

Alkohol juga memberikan pengaruh terhadap pola tidur Anda. Sering minum alkohol beberapa jam sebelum tidur akan membuat Anda mendekur lebih sering dan sulit bernapas yang membuat tidur jadi gelisah.

Dalam semalam seseorang biasanya memiliki enam sampai tujuh siklus tidur REM, yang membuat merasa segar kembali setelah bangun. Namun, ketika sebelum tidur Anda minum alkohol akan menurunkan siklus tidur REM hanya satu sampai dua siklus saja yang akan membuat Anda terbangun dengan perasaan kelelahan.

5. Makan makanan berat sebelum tidur

Mengonsumsi makanan berat dalam jumlah yang banyak dekat dengan waktu tidur juga bisa mengganggu tidur. Makanan pedas atau berlemak dapat menyebabkan mulas, yang akan membuat Anda sulit tertidur karena merasakan ketidaknyamanan di bagian perut sepanjang malam.

Selain itu, makanan yang mengandung bahan kimia yang disebut tyramine (contohnya termasuk bacon, keju, kacang dan anggur merah) dapat membuat Anda tetap terjaga di malam hari. Pasalnya tyramine menyebabkan pelepasan noradrenalin yaitu stimulan otak. Karbohidrat, seperti roti atau pasta, memiliki efek sebaliknya. Mereka memicu pelepasan hormon serotonin, yang membuat kita mengantuk.

6. Pengaruh lingkungan

Lingkungan kamar tidur dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas dan kuantitas tidur seseorang. Beberapa hal yang bisa mempengaruhi pola tidur seseorang dari lingkungan selain cahaya adalah suhu, kebersihan, dan kebisingan.

Menyesuaikan diri dengan faktor-faktor dalam lingkungan tidur yang membuat Anda merasa nyaman, dan menghilangkan hal-hal yang dapat menyebabkan stres atau gangguan bisa jadi cara terbaik agar membuat tidur Anda lebih nyenyak. Penelitian menunjukkan bahwa rentang suhu ideal untuk tidur sangat bervariasi pada setiap orang. Jadi pada dasarnya tidak ada suhu kamar yang jadi paling baik untuk menghasilkan pola tidur yang optimal. Demikian dilansir situs Hellosehat.

(tty)

Baca Juga

TRAGIS! Pasien Leukemia Meninggal Usai Makan Tiram yang Terkontaminasi

TRAGIS! Pasien Leukemia Meninggal Usai Makan Tiram yang Terkontaminasi