Waspada, Ini 6 Komplikasi Akibat Sleep Apnea

Waspada, Ini 6 Komplikasi Akibat Sleep Apnea

Ilustrasi (Foto: Utsleepdisorders)

BUKAN hanya penyakit serius saja yang memiliki komplikasi. Bila Anda pernah mendengar sleep apnea, penyakit yang terjadi akibat tidak lancarnya pernapasan saat tidur itu juga memiliki tngkat risiko tinggi komplikasi.

Faktor risiko komplikasi bisa terjadi bila penderita sleep apnea tidak serius mengobati masalah tersebut. Seperti berobat atau sekadar mengecek kebenaran masalah Sleep Apnea dalam tubuh. Ketika itu Anda abaikan, maka risiko pun semakin tinggi.

Risiko tersebut kebanyakan mengarah pada situasi jangka panjang, sebut saja stroke. Siapa sangka keseringan terbangun saat tidur bisa sebabkan stroke.

Seperti dilansir dari Webmd, sleep apnea memang berisiko tinggi menyerang sistem motorik tubuh manusia. Tak hanya itu, serangan jantung pun bisa saja terjadi bila kondisi tubuh benar-benar memiliki gejala demikian.

Kemudian, dampak lain dari sleep apnea adalah tekanan darah tinggi, depresi, sakit kepala berlebih, denyut jantung tidak teratur, serta gagal jantung. Bahkan, sleep apnea bisa memperburuk kondisi ADHD penderitanya.

Penelitian mengenai hubungan ADHD dengan sleep apnea ini pernah dikeluarkan. Dalam hasil penelitian tersebut, seperti dilansir dari Sleep Train, diketahui bahwa sampai 95% pasien sleep apnea memiliki gejala yang mirip dengan ADHD.

Sebut saja rasa gelisah, implusif, kurangnya fokus, dan kelupaan. Yang mungkin luput dari perhatian ialah, penyakit sleep apnea ini sulit untuk didiagnosis, dan kondisi terjadi pada pasien bahkan tidak disadari dengan benar.

Selain itu, sleep apnea yang tidak diobati juga berpengaruh cukup besar pada kinerja buruk dalam beraktivitas sehari-hari. Seperti di tempat kerja atau sekolah, kecelakaan kendaraan bermotor, atau prestasi menurun pada anak dan remaja.

(hel)

Baca Juga

Tips Jaga Kesehatan Anak di Perjalanan Mudik agar Tidak Gampang Sakit

Tips Jaga Kesehatan Anak di Perjalanan Mudik agar Tidak Gampang Sakit