Selain Mandi Air Hangat, Ini 5 Penyebab yang Memicu Dehidrasi Kulit

Selain Mandi Air Hangat, Ini 5 Penyebab yang Memicu Dehidrasi Kulit

Dehidrasi kulit (foto: Beautytips)

KULIT dehidrasi bisa terjadi lantaran kurangnya kelembapan atau kadar air dalam kulit. Kondisi kulit ini biasanya bersifat sementara. Namun, dapat terjadi pada segala jenis kulit, baik pada kulit keirng, normal, kombinasi, maupun berminyak.

Jika sudah mengalami masalah kulit dehidrasi, hal ini dapat berujung pada masalah kulit kering, kusam, hingga bersisik. Karena itu, penting untuk mengetahui penyebab kulit dehidrasi. Berikut paparannya seperti diungkapkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin Jonathan Raharjo Subekti, dalam sebuah acara di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Kurangnya konsumsi air mineral yang cukup

Ya, kurangnya konsumsi air mineral yang cukup membuat tubuh dan kulit mengalami dehidrasi. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi air mineral yang cukup, yakni sejumlah delapan gelas per hari.

Paparan sinar matahari

Terkena sinar matahari secara langsung ternyata tidak bagus, loh. Pasalnya, sinar ultraviolet dapat langsung diserap kulit yang menyebabkan dehidrasi. Karena itu, sebelum beraktivitas keluar rumah, pastikan untuk mengoleskan pelembap dan sunscreen. Penting pula untuk melakukan reapply sunscreen secara berkala.

Kebiasaan mandi terlalu lama

Bagi Anda yang kerap menghabiskan waktu terlalu lama untuk mandi, sebaiknya ubah kebiasaan tersebut mulai sekarang. Pasalnya mandi terlalu lama mandi menyebabkan kulit mengalami dehidrasi. “Dokter menganjurkan agar mandi maksimal hanya tujuh menit,” ujar dr Jonathan.

Mandi dengan air hangat

Biasa menggunakan air hangat saat mandi, ini juga merupakan salah stau penyebab dari kulit dehidrasi. Karena itu, sebaiknya jangan terlalu sering mandi dengan air hangat. Atau bila ingin mandi dengan air hangat, gunakan sabun yang mengandung pelembap.

Stress

“Stress secara tidak langsung dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Saat stress, kulit terasa gatal padahal sebenarnya di kulit tidak ada apa-apa. Kalau dia menggaruk, skin barrier akan rusak, otomatis TEWL (Trans Epidermal Water Loss) atau air dalam kulit yang awalnya kadarnya cukup jadi menguap,” terang dokter yang melakukan praktek di sebuah rumah sakit di kawasan Bintaro Jaya, Tangerang, itu.

Penggunaan pembersih wajah berlebihan

Selesai melakukan aktivitas seharian, biasanya akan langsung membersihkan wajah menggunakan produk pembersih. Pilihlah produk pembersih yang mild. Tekstur produk pembersih berupa krim atau gel juga tak jadi masalah, asalkan bukan yang mengandung antiseptik lantaran dapat meluruhkan lipid barrier lebih parah lagi sehingga menyebabkan kulit dehidrasi.

(dno)

Baca Juga

OKEZONE WEEK-END: Eksistensi Kain Tradisional di Kalangan Millenial, Semakin Hari Semakin Baik

OKEZONE WEEK-END: Eksistensi Kain Tradisional di Kalangan Millenial, Semakin Hari Semakin Baik