Payudara Keluarkan ASI Padahal Tidak Hamil, Pertanda Apa?

Payudara Keluarkan ASI Padahal Tidak Hamil, Pertanda Apa?

Ilustrasi (Foto: Breastcanceronqueror)

PAKAR IVF telah memperingatkan untuk wanita yang menunjukkan tanda-tanda mengeluarkan ASI (air susu ibu) tanpa kehamilan. Pakar IVF mengatakan, mengeluarkan ASI tanpa kehamilan bisa menjadi tanda ketidaksuburan.

Kondisi tersebut dalam dunia medis dikenal dengan istilah hyperprolactinemia yang disebabkan oleh kenaikan hormon prolaktin, di mana seorang wanita mengalami hilangnya siklus menstruasi dan libido disamping produksi ASI.

"Pada hiperprolaktinemia, terjadi peningkatan hormon prolaktin di atas tingkat normal yang mengganggu produksi estrogen dan menyebabkan perubahan pada siklus ovulasi yang menyebabkan periode menstruasi tidak teratur. Meskipun tidak terlalu umum, tingkat prolaktin yang tinggi pada pria dapat menyebabkan hilangnya impotensi, ereksi dan disfungsi," kata Arvind Vaid, spesialis IVF di Rumah Sakit Indira yang dikutip Zeenews, Selasa (20/6/2017).

Dia mengatakan, kadar prolaktin yang tinggi dalam darah memengaruhi produksi baik dengan disinhibisi atau kelebihan produksi dari prolaktinoma, yang menghambat sekresi hormon pelepas gonadotropin dari hipotalamus.

"Penurunan hormon pelepas gonadotropin ini pada akhirnya mengurangi sekresi hormon luteinizing dan hormon perangsang folikel yang menyebabkan ketidaksuburan," tutur Vaid.

Fungsi utama prolaktin adalah untuk meningkatkan perkembangan payudara selama kehamilan dan untuk menginduksi menyusui. Meskipun seorang wanita tidak hamil, hormon yang beredar dalam darah tersebut meningkat selama kehamilan dan setelah kelahiran. Lebih dari 75% wanita dalam kondisi ini menghasilkan ASI tanpa hamil.

"Pada beberapa kasus, perubahan aliran menstruasi ditandai bersamaan dengan amenore (kondisi di mana wanita yang seharusnya mendapat menstruasi tidak mendapatkan menstruasi-red). Bahkan saat tidak sedang hamil, payudara menghasilkan ASI dengan rasa sakit akibat perubahan jaringan dengan meningkatnya kadar prolaktin dan hilangnya libido yang juga menyebabkan vagina kering," jelas Simanti Pathak selaku Ginekolog dari Rumah Sakit Safdarjung, India.

Tentang diagnosa hiperprolaktinemia, sebagai langkah awal, dokter menyarankan tes darah untuk memeriksa kadar prolaktin, sebaiknya puasa. Jika kadar prolaktin tinggi, tes lebih lanjut mungkin diperlukan.

"Jika kadar prolaktin sangat tinggi, tumor mungkin dapat dicurigai dalam kasus ini. MRI otak dan kelenjar pituitari disarankan menggunakan gelombang radio frekuensi tnggi untuk mendapatkan gambar dari jaringan dan ukuran tumor," papar pakar IVF, Joshi yang berbasis di Ahmedabad.

(hel)

Baca Juga

Ingat, Bunda! Tidur Malam Berkualitas Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak

Ingat, Bunda! Tidur Malam Berkualitas Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak