Bahaya Filler Bisa Sebabkan Kebutaan, Ini Triknya yang Perlu Diketahui

Bahaya Filler Bisa Sebabkan Kebutaan, Ini Triknya yang Perlu Diketahui

Filler (Foto: Eluxe Magazine)

FILLER menjadi salah satu cara instan bagi mereka yang mengalami kekenduran atau masalah keriput pada kulit. Jenis tindakan non operasi ini memang sudah populer sejak beberapa tahun terakhir. 

Prosesnya yang cepat dan memberikan hasil memuaskan menjadi alasan beberapa orang melakukan tindakan satu ini. Kendati demikian, bukan berarti filler tidak menimbulkan bahaya. Ya, tahukah Anda jika salah satu bahaya filler adalah kebutaan?

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of the American Society of Plastic Surgeons mengungkapkan bahwa terdapat sembilan pasien di Korea Selatan yang mengalami kebutaan setelah melakukan tindakan filler yang berasal dari asam hyaluronic acid.

"Salah satu risiko berbahaya dari injeksi filler adalah bahan filler itu sendiri, yang masuk dan dapat menyumbat pembuluh darah," ujar Joshua Zeichner, M.D., seorang dermatologi dari Mount Sinai Hospital di New York, AS.

Lebih lanjut, jika hal tersebut terjadi maka dapat menyebabkan kerusakan. Penyumbatan dapat mencegah pengiriman oksigen dan nutrisi lainnya. Bila berdampak pada kulit akan berbahaya bagi jaringan parut, dan bila terkena mata akan menyebabkan kebutaan.

Kasus tersebut tentu cukup mengerikan sehingga membuat Anda perlu berpikir ulang bila akan melakukan tindakan filler. Nah, agar terhindar dari ancaman bahaya tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui.

Pertama, risiko kebutaan akibat tindakan filler merupakan hal yang sangat langka. Semua prosedur filler yang sudah dilakukan 2.6 juta orang berdasarkan data American Society of Plastic Surgeons menyebutkan hanya ada sedikit kasus filler yang dilaporkan berakhir dengan kebutaan.

"Karena itu, setelah melakukan filler, secara signifikan Anda akan mengalami nyeri yang sangat hebat, kulit berwarna ungu atau kehitaman, pastikan untuk segera konsultasi ke dokter," kata Zeichner seperti dilansir Allure, Selasa (18/7/2017).

Filler yang berisi asam hyaluronic dapat terlarut sehingga bila terjadi masalah, semakin cepat disadari maka semakin baik kesempatan untuk terhindar dari efek yang lebih serius.

Kedua adalah bagian tubuh tempat prosedur filler dilakukan. Menurut dermatologi Sejal Shah, area tubuh yang berisiko dibandingkan lainnya adalah area di antara alis dan hidung. Pada area tersebut, tindakan botox atau Dysport justru dianggap lebih aman.

Terakhir adalah perihal teknik melakukan filler. Jadi, pastikan Anda melakukan prosedur filler kepada ahlinya.

"Kebanyakan kami tidak menyuntikkan filler pada bagian tubuh yang berisiko tinggi dan menarik kembali jarum suntik sebelum penyuntikkan untuk memastikan jarum tidak berada di dalam pembuluh darah," tutur Zeichner.

Agar mendapatkan perawatan terbaik, Sejal Shah juga menyarankan agar melakukan tindakan filler pada dokter kulit bersertifikat atau ahli bedah plastik yang memahami anatomi wajah dan teknik beberapa filler yang berbeda. Para ahli ini akan merespon cepat bila ada efek samping yang timbul setelah prosedur filler dilakukan.

Sejal Shah menambahkan untuk memastikan Anda mendapatkan perawatan terbaik, melakukan prosedur oleh dokter kulit bersertifikat atau ahli bedah plastik yang memahami anatomi wajah dan teknik menyuntikkan beberapa filler yang berbeda. Para ahli ini juga akan merespon dengan cepat bila ada efek samping yang terjadi setelah prosedur filler dilakukan.

Penting pula untuk mengetahui risiko dari setiap tindakan yang akan dilakukan pada kulit kepada ahlinya.

(ren)

Baca Juga

BEAUTY CAPTURE: Hindari Cuci Muka dengan Air Hangat, Trik Merawat Bulu Mata agar Tidak Mudah Rontok

BEAUTY CAPTURE: Hindari Cuci Muka dengan Air Hangat, Trik Merawat Bulu Mata agar Tidak Mudah Rontok