Peringatan Hari Anak Nasional, Moms Harus Kreatif Berikan Pola Asuh untuk si Kecil

Peringatan Hari Anak Nasional, Moms Harus Kreatif Berikan Pola Asuh untuk si Kecil

Ilustrasi (Foto: Crosswalk)

PERISTIWA belakangan ini yang terjadi melibatkan anak-anak menjadi perhatian utama. Berbagai kasus, seperti perkawinan di bawah umur, anak-anak merokok, hingga persoalan gizi dan kekerasan seksual membutuhkan penanganan khusus.

Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh setiap 23 Juli, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyatakan, perlu adanya kesadaran yang dapat mendorong keluarga Indonesia agar memiliki pengasuhan yang berkualitas, berwawasan, keterampilan dan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Keluarga merupakan awal mula pembentukan kematangan individu dan struktur kepribadian seorang anak. Anak-anak akan mengikuti dan mencontoh orangtua dengan berbagai kebiasaan dan perilaku karena anak adalah kelompok makhluk yang rentan karena berusia kurang dari 18 tahun,” kata Menteri Yohana belum lama ini.

Ia menambahkan, baik-buruknya keluarga jadikan menjadi cermin bagi masa depan anak. Baik-buruknya karakter sangat ditentukan oleh pola asuh keluarga dan lingkungan terdekatnya.

“Tema HAN 2017 kali ini sangat relevan dengan kondisi di tanah air. Saat ini anak tidak hanya menjadi korban, namun tak jarang mereka juga menjadi pelaku kejahatan. Kasus kekerasan baik yang menjadikan anak sebagai korban atau pelaku perlu dikaji secara mendalam dan dicarikan solusi terbaik,” jelasnya.

Keluarga mempunyai peran untuk melindungi anak dengan memberikan pola asuh yang sesuai dengan prinsip yang digunakan dalam membangun anak Indonesia yang mengacu pada konvensi hak anak, yaitu non dsikriminasi.

(vin)

Baca Juga

OKEZONE WEEKEND: Deretan Artis Cantik Korban <i>Bully</i>, sejak SD hingga Dewasa Masih Trauma!

OKEZONE WEEKEND: Deretan Artis Cantik Korban Bully, sejak SD hingga Dewasa Masih Trauma!