Kisah Pho Iwan Salomo Jadi Mualaf, Hidayah Datang Lewat Guru Pencak Silat

Kisah Pho Iwan Salomo Jadi Mualaf, Hidayah Datang Lewat Guru Pencak Silat

Ilustrasi

SEMARANG - Raut wajah Pho Iwan Salomo terlihat tegang saat duduk bersimpuh di depan mimbar Masjid Baiturrahman, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (11/8/2017). Siang tadi, dia harus melakoni sebuah prosesi yang akan memberikan perubahan besar dalam hidupnya.

Iwan bertekad mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai syarat memeluk agama Islam atau menjadi mualaf. Dipandu Pimpinan Ponpes Ahmad Dani, Kiai Muhammad Tauhid, pria yang berprofesi sebagai pengacara itu pun membaca dua kalimat syahadat dengan lancar.

“Masuk Islam sebenarnya keinginan saya sejak lama. Tapi, benar-benar mantap baru sekarang,” ujar Iwan saat dijumpai wartawan seusai mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Baiturrahman.

(Baca Juga: Bapak Saya Asal Jerman, Saya Dapat Hidayah Memeluk Islam)

Iwan menuturkan sejak 1993, dirinya sebenarnya sudah disuruh masuk Islam oleh guru pencak silatnya, yang bernama Mbah Harto. Namun, ia mengaku belum bisa menaati perintah gurunya itu karena hatinya belum mantap.

Begitu juga dua tahun lalu, saat beberapa ulama di Jateng, menyuruh masuk Islam, Iwan juga tak menuruti dengan alasan yang sama.

“Baru sekarang saya bisa memenuhi keinginan mereka untuk masuk Islam, setelah mendapat hidayah,” beber Iwan yang mengubah namanya menjadi Ahmad Iwan Sulaiman begitu ditetapkan sebagai mualaf itu.

(Baca Juga: Ratusan Mualaf Dikhitan Massal)

(ful)
tipsramadan

Baca Juga

Bosan dengan Dekorasi Ruang, Usik Sedikit Area Kulkas, Buat Tampilan Baru yang Menyegarkan

Bosan dengan Dekorasi Ruang, Usik Sedikit Area Kulkas, Buat Tampilan Baru yang Menyegarkan