Menghabiskan Akhir Pekan yang Menyenangkan di Ekowisata Mangrove Kupang

Menghabiskan Akhir Pekan yang Menyenangkan di Ekowisata Mangrove Kupang

Ekowisata Mangrove Kupang (foto: Adi Rianghepat/Okezone)

AKHIR pekan tentu menjadi hari menyenangkan setidaknya bagi siapapun yang telah bekerja 'full time' selama sepekan. Ancang-ancang tempat bersantai ria baik sendirian maupun sekeluarga untuk menikmati indahnya berlibur pun dipilih.

Ada yang memilih pantai, ada yang mungkin memilih tempat pemandian bahkan ada yang memilih pusat perbelanjaan dan pusat kuliner nusantara.

(Baca Juga: Bersiap Ubah Bucket List Anda, 4 Destinasi Populer Ini Sering Kecewakan Turis)

"Saya lebih memilih tempat ini. Lokasi ecowisata mangrove," kata seorang pengunjung Marlina saat berbincang dengan Okezone di Jembatan mangrove Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang Minggu (13/8/2017).

Karyawan swasta pada sebuah perusahaan Kota Kupang itu mengaku ke hutan mangrove itu selain ingin menikmati deburan gelombang dan hembusan angin laut teduh, tetapi juga untuk berfoto merekam indahnya hutan mangrove nan teduh itu.

"Saya bersama beberapa teman satu kantor. Ya, selain menikmati suasana dengan hempasan angin laut sepoi ini kami juga bisa bebas berfoto ria," katanya.

(Baca Juga: Panduan Liburan Singkat Selama 3 Hari di Bangkok, Wajib Dicoba!)

Dia mengaku sangat menikmati suasana yang teduh dan tenang yang membuat perasaannya bisa damai. "Ada ketenangan dan kedamaian bisa saya rasakan di tempat ini," kata dia.

Tempat ini memang sangat tepat bagi siapa saja yang pingin sebuah ketenangan. "Dalam diam kita bisa rasakan bisikan sepoi bayu laut dan hempasan perlahan gelombang laut perairan Kupang," katanya.

Wisata mangrove konon hanya sebuah hamparan tempat populasi pohon yang memiliki fungsi menahan abrasi air laut ke pantai, hingga perkampungan penduduk setempat. Namun dalam perjalanan, Pemerintah Kota Kupang memandang penting untuk menjadikannya sebagai salah satu obyek wisata rakyat.

(Baca Juga: Siap-Siap Angkat Koper ke Paris, Ada Wahana Bermain yang Lagi Banting Harga!)

Berkat bantuan IFAD sebuah organisasi yang bergerak di bidang pembangunan pesisir yang berpusat di Roma, Italia, Pemerintah Kota Kupang lalu diberikan suntikan anggaran untuk kembangkan lokasi itu.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, lokasi itupun lalu ditata apik agar laik jadi lokasi wisata alam. Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Kupang, lokasi itu pun akhirnya bisa dibuka sebagai destinasi baru wisata bahari mangrove Kota Kupang sejak Desember 2016 silam.

Ada terdapat jembatan penghubung yang membentang membela kedua sisi hutan sejuah 310 meter dengan tujuh buah lopo terbagi di setiap simpangan titian yang saling menyambung itu.

Jembatan mangrove dengan lebar sekira 1 meter itu seluruhnya dibuat dengan bahan kayu dan sangat nyaman dilalui. Demikian pula lopo-lopo yang disediakan. Setiap pengunjung yang hendak menikmati hutan mangrove yang akhir titiannya diarahkan ke laut itu dipungut Rp5.000.

"Uang ini untuk kepentingan pemeliharaan, kebersihan dan keamanan lokasi ini," kata seorang petugas.

(Baca Juga: 7 Benda yang Harus Ada di Tas saat Travelling ke Luar Negeri, Fotokopi Paspor Penting!)

Dia mengaku pemerintah melalui dinas pariwisata juga masih sedang melakukan sejumlah peningkatan fasilitas seperti parkiran, toilet, lokasi jajanan dan kuliner lokal serta pos jaga. "Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa selesai," kata petugas yang enggan menyebut namanya itu.

Suara hempasan gelombang yang saling kejar memeng terdengar memonopoli suara desingan angin sepoi. Tak pelak susana itu menghantar kita pada susana dama nan teduh. Sembari menantap ke ujung titian, terlihat hamparan lautan nan biru membentang.

Itulah perairan Kupang, laut tempat para nelayan mengais rezeki dengan menangkap ikan. Luar biasa karya sang agung. Jika tak terkendalai, mata kita pun bisa terbawa arua kantuk.

Memang suasana yang damai dan indah senada. Setidaknya ini salah satu referensi bagi siapa saja yang ingin mencari dan menikmati indah dan damainya hidup. Kota Kupang punya ecowisata mangrove.

(fid)
​