Pentingnya Kudapan Bergizi

sindo, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2008 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2008 02 06 27 81405 GT06tJtKNH.jpg Foto: Corbis

RAWANNYA jajanan yang dikonsumsi anak-anak memang pantas membuat orangtua khawatir. Namun, khawatir yang berlebihan tentunya tidak baik. Tidak selamanya jajanan itu buruk bagi anak-anak. Di antara jajanan itu ada juga yang mengandung gizi tinggi dan bermanfaat bagi pertumbuhan si kecil.

Hal ini dibenarkan oleh pakar gizi dari institut Pertanian Bogor Prof Ali Khomsan. "Jangan salah persepsi bahwa jajanan itu jelek karena makanan jajanan malah bisa berguna untuk pemenuhan gizi, tapi tentu harus dikontrol oleh orangtua juga," katanya.

Menurut Ali, asupan gizi tidak akan terpenuhi dari makan tiga hari sekali saja. Karenanya, harus diselingi kudapan yang bergizi. Namun, patut diingat jangan memilih makanan yang hanya mengenyangkan tetapi miskin gizi. Contohnya seperti junk food dan makanan ringan semacam Chiki atau keripik yang banyak mengandung MSG.

Sebaliknya Ali menilai makanan atau jajanan pasar justru sangat membantu dalam hal pemenuhan gizi yang bisa diberikan sebagai kudapan. Misalnya combro, bakwan, atau pisang goreng yang mengandung karbohidrat dan vitamin.

"Kacang sukro yang banyak dijual juga mengandung gizi seperti lemak dan protein, lebih baik lagi jika anak-anak diberi susu," ujarnya. Ali mengingatkan kepada para orangtua untuk memberikan makanan berkualitas bagi sang anak yang akan berguna bagi pertumbuhannya.

Senada dengan Ali, Nurhasan, peneliti dari Lembaga Konsumen Jakarta (LKJ) yang pernah membuat riset tentang jajanan dalam kemasan bagi anak-anak, mengatakan hanya ada beberapa jajanan yang patut diwaspadai.

Nurhasan tidak menampik jika LKJ sering menerima laporan dari orangtua yang mengakui anak mereka mengalami gangguan kesehatan karena jajanan. "Sering ada laporan melalui telepon dari konsumen yang mengeluh pusing setelah mengonsumsi produk jajanan makanan anak-anak," kata Nurhasan.

Nurhasan mengatakan LKJ sendiri telah melakukan berbagai usaha untuk merespons laporan tersebut, yakni dengan melaporkan aduan tersebut ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) atau Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

"Pemerintah harus lebih serius melakukan tindakan pada bahan-bahan makanan yang mengganggu kesehatan. Orangtua sendiri harus mewaspadai jajanan makanan yang anak-anak konsumsi agar terhindar dari keracunan," tegasnya.

LKJ sendiri menurut pengakuan Nurhasan juga tidak hanya sebatas melapor. Mereka juga terbiasa melakukan sidak jajanan yang berskala besar, seperti di toko-toko dan swalayan.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini