Kamar Anak yang Penuh Imajinatif

Chaerunnisa, Jurnalis · Senin 18 Februari 2008 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2008 02 18 30 84519 VCPzJJs8op.jpg Foto: Ist

DESAIN furnitur kamar anak yang sesuai dengan karakter dan keinginannya akan membentuk kepribadian yang dinamis. Mengenai hal itu, desainer interior Iwan Sastrawiguna BFA mengungkapkan.

"Beragam bentuk furnitur anak yang bervariatif mulai dari mobil, berlukis bunga, bahkan ada juga bentuk tokoh kartun kegemaran mereka marak beredar di pasaran. Dengan pilihan warna-warnanya yang cerah, mampu membuat pertumbuhan sang buah hati terasa lebih sehat dan ceria," kata Iwan ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Senin (18/2/2008).

Dalam mendesain kamar anak, menurutnya harus dilihat dari beberapa faktor. Salah satunya yang paling mendasar adalah faktor usia karena akan sangat menentukan perbedaan kebutuhan terhadap ruangan tersebut.

Di sini orangtua perlu kompromi agar anak merasa nyaman menempati ruangan itu sesuai keinginan. Karena nyaman bagi orangtua belum tentu bagi mereka. Kamar bagi mereka tidak hanya semata sebagai tempat tidur, tapi lebih kepada meeting point sebagai area bertemu dengan teman-teman sebayanya.

"Bagi anak yang tamat taman kanak-kanak dan akan memasuki sekolah dasar, desain tempat tidur berbentuk mobil Batman, kereta-keretaan atau mobil rally kesukaannya sangat diminati. Temanya dapat dipilih apakah tokoh kartun, lapangan basket, lapangan bola, atau yang mewakili kesukaan anak lainnya," ungkap pria yang pernah menata interior panggung talkshow di salah satu TV swasta terkemuka di Indonesia itu.

Bagi anak SMP yang mulai beranjak remaja, desain furnitur kamar mulai berganti karakter ke tokoh-tokoh kartun atau public figure kegemaran mereka. Bagi anak yang berusia di akhir SMP hingga SMA, desain kamar mereka sudah lebih dewasa dengan warna-warna ceria dan pop art. Mereka lebih menyukai tokoh-tokoh idola mereka di bidang tertentu, seperti pemain basket, bola atau F1. Maka tak heran bila mereka akan memasang ring basket atau bahkan memajang beragam poster-poster sang idola di dalam kamarnya.

Sementara itu, untuk anak yang beranjak dewasa, kamar tidur bagi mereka harus dibuat mengikuti zaman yang diselaraskan dengan social living. "Gaya hip-hop dan louge umumnya banyak diterapkan pada kamar anak kuliah yang beranjak dewasa," jelas pria metroseksual ini.

Selain ukuran luas ruangan yang digunakan, menurut Iwan, sebaiknya gabungkan ruang tidur anak dengan ruang khusus lainnya seperti ruang bermain, ruang belajar atau perpustakaan. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menyiasatinya dengan menggunakan mezanin (bila rumah memiliki plafon yang tinggi) atau dengan cara pembagian zoning (zona). Yaitu dengan menaikkan ketinggian lantai untuk membedakan fungsi ruang yang satu dengan ruang lainnya.

"Dalam pembagian zona tersebut, khusus untuk kamar anak berusia di bawah 6 tahun sebaiknya jangan dilakukan. Kecuali bila ada suster yang menunggu," imbuh almamater Academy of Art, University of San Fransisco, USA itu.

Menurutnya lagi, faktor lain yang juga tak kalah penting untuk diperhatikan dalam menata kamar tidur anak adalah pemilihan tema yang disesuaikan dengan anggaran yang ada. Jadi, selain memerhatikan keinginan anak, orangtua juga harus memberikan penjelasan mengenai anggaran yang disediakan sehingga anak pun akan berkreativitas sendiri dalam mendekorasi kamarnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini