Konsep Solo Batik Carnival 2009 Harus Berbeda

Tuty Ocktaviany, Jurnalis · Senin 14 April 2008 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2008 04 14 29 100434 r8wTqG7Q1u.jpg Solo Batik Carnival (Foto: Fransiskus Simbolon/Sindo)

SOLO Batik Carnival (SBC) memang baru sehari berlalu. Namun, Pemerintah Kota Solo sudah harus mempersiapkan kembali konsep apik untuk pergelaran SBC 2009.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator SBC Dynand Fariz dari Jember Fashion Carnival (JFC). Kepada okezone, Fariz mengatakan, konsep untuk pergelaran SBC 2009 harus lebih jelas dan tegas lagi.

"Pastinya harus berbeda dengan SBC 2008. Kalau tahun ini lebih menggali pada warna batik (color of batik), mungkin di tahun depan bisa berkosentrasi pada motif atau metamorfosa batik dari tahun ke tahun," kata Fariz yang dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (13/4/2008).

Memang untuk bisa menetapkan tema khusus, Fariz menyarankan untuk melakukan penelitian terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan agar pesan yang ingin disampaikan bisa mengena sasaran.

"SBC harus bisa menjadi even budaya, yang sekaligus bisa mempromosikan pariwisata setempat. Meskipun baru sekali digelar, SBC punya daya tarik tersendiri," jelas pengajar sekolah Mode Esmod Jakarta ini.

Pun begitu, Fariz mengharapkan juga agar even ini bisa sukses layaknya JFC, yang kini menjadi ajang internasional.

"Sebaiknya kepentingan-kepentingan yang tidak menunjang even ini harus dikesampingkan. Selain itu, untuk event organizer yang memegang kendali juga harus yang berpengalaman. Harus bisa memenej waktu, performa, dan mengetahui bagaimana reaksi penonton," jelasnya.

Mengenai keterlibatan JFC untuk SBC 2009, Fariz mengaku kemungkinan masih mendampingi. "Ajang ini baru sekali di adakan, perlu ada pendampingan khusus agar pelaksanaannya lebih mantap lagi. Tapi ini juga belum diputuskan apakah masih ikut atau enggak," pungkasnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini