Ketika Ibu di Antara Tiga Tuntutan

sindo, Jurnalis · Minggu 06 Juli 2008 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2008 07 06 196 125087

TUGAS ibu identik mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Kini tak jarang ibu dituntut bekerja sekaligus kuliah. Bagaimana menyeimbangkan tiga tuntutan tersebut? Tingginya kebutuhan ekonomi bagi setiap keluarga, sering kali memaksa orangtua merelakan waktu bekerja di luar rumah.

Demi karier yang ingin dicapai, tak jarang orangtua berusaha melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Konsekuensinya, semakin berkurang waktu bersama anak-anak di rumah. Terutama bagi ibu yang bekerja dan kuliah, harus pandai-pandai mengatur waktu untuk keluarga.

Karena pada hakikatnya, seorang ibu mempunyai tugas utama yaitu mengatur urusan rumah tangga, termasuk mengawasi, mengatur, dan membimbing anak-anak. Hanya mengerahkan tenaga pembantu kepercayaan untuk perkembangan anak tanpa bimbingan orangtua, tentu tidak akan lebih baik.

Pemain sinetron sekaligus ibu dari dua anak, Berliana Febrianti, memutuskan untuk mengambil program pendidikan magister atau pascasarjana di Universitas Indonesia Jurusan Manajemen Komunikasi. Dia mengaku, mengambil jurusan tersebut karena berhubungan dengan dunia pekerjaannya sebagai artis.

"Setelah sekian lama tidak belajar, akhirnya setelah pikir panjang, saya memilih jurusan komunikasi sebagai pilihan yang tepat agar tidak susah mengejar mata kuliahnya," ujar Berliana, yang menyelesaikan studi S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jurusan Manajemen.

Saat ditanya mengenai pembagian waktu antara kuliah dan keluarga, wanita kelahiran Jakarta 21 Desember 1973 mengaku tidak ada masalah. Justru yang lebih sulit adalah membagi waktu dengan pekerjaan. "Karena lokasi syuting yang tidak tetap dan berpindah-pindah, saya agak kesulitan mengejar waktu dan mengikuti jadwal kuliah saya, karena kampus yang berada di Salemba," kata Berliana yang menyelesaikan pendidikan magister dalam waktu dua tahun.

Hal serupa dialami Widianti Atmojo, seorang ibu yang melanjutkan kuliah S-2 di Universitas Islam As Syafiiah. Menurut ibu dua putra tersebut, kuliah membuatnya merasa memiliki harapan untuk jenjang karier yang lebih bagus."Walaupun harus mengorbankan waktu untuk keluarga, suami saya mendukung," kata wanita kuning langsat ini.

Sibuk dengan kuliah dan tugas-tugas yang dibebankan sebagai mahasiswa, Widianti mengaku tetap selalu meluangkan waktu untuk anak-anak. Mulai mengajak liburan, bermain di halaman setiap sore, hingga makan bersama di restoran. "Untungnya, selama ini kuliah bisa agak malam. Jadi siang hari saya mewajibkan anak-anak untuk makan bersama dan berkumpul di rumah," katanya. Semakin sempitnya ibu meluangkan waktu, tentu saja berdampak pada anak-anaknya. Terutama jika ibu mempunyai anak yang masih kecil atau balita (bawah lima tahun).

Menurut dokter anak dari Klinik Ayah Bunda Kompleks Kelapa Gading, Widjajanti Kustini, sangat penting seorang ibu tahu betul bagaimana mengatur waktu secara bijaksana. Apalagi anak usia 0-5 tahun masih sangat tergantung dengan ibunya untuk melakukan tugas pribadinya seperti makan, mandi, belajar, dan sebagainya.

"Bila seorang anak dititipkan pada pembantu, orangtua atau khususnya ibu harus tahu betul bahwa pembantu tersebut mampu membimbing dan membantu anak-anak dalam melakukan pekerjaannya," kata Kustini.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini