nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mi, Sarapan Siap Saji Kaya Gizi

Koran SI, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2009 12:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2009 05 23 26 222373 UrVYCtCMF4.jpg Foto: Corbis

MENYIAPKAN menu untuk makan pagi tak perlu repot-repot dengan menu yang berat. Menu siap saji, seperti mi pun bisa menjadi pilihan. Praktis, tetapi tetap sarat gizi. Makan pagi, aktivitas ini sering kali malas dilakukan. Banyak alasan orang meninggalkan makan pagi atau sarapan ini.

Bangun kesiangan, buru-buru karena berangkat pagi, hingga tak sempat menyiapkan menu untuk sarapan. Padahal, sarapan pagi ini wajib hukumnya karena menjadi bekal awal tubuh menghadapi aktivitas yang padat pada siang hari. Bagaimana tubuh dan otak kita bisa bekerja aktif dan optimal jika tidak diberi asupan energi dari sarapan pagi.

Dengan sarapan, kita memiliki bekal awal untuk memantapkan tubuh, otak, dan mental dalam menghadapi aktivitas pada siang hari. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan Farmhouse Breakfast Week, setiap orang yang bergerak di bidang bisnis akan memeroleh kemampuan decisionmaking lebih baik jika sarapan pagi.

Survei yang diikuti 4.166 pengusaha asal Inggris itu menunjukkan, sekira 34 persen responden mengaku sulit memulai pekerjaan dengan baik karena perut masih kosong. Berdasarkan hasil penelitian lebih lanjut diketahui mereka adalah pengusaha yang lebih mementingkan pekerjaan ketimbang kesehatan diri sendiri.

Adapun menurut Psikolog Ros Taylor dari Inggris, pengusaha yang tidak sarapan pagi akan rugi besar. Sebab, sarapan pagi diibaratkan sebagai energi yang mampu membuat otak jauh lebih fokus dan konsentrasi. Lalu bagaimana dengan kalangan bukan pengusaha? Jawabannya tetap sama, siapa pun Anda, sarapan pagi tetap penting dan harus dilakukan.

Tidaklah salah jika sarapan pagi menjadi waktu makan yang paling penting sepanjang hari. Makan pagi tidak mengenal pekerjaan Anda, apakah karyawan, pengusaha, pejabat, atlet, pelajar, mahasiswa, ataupun ibu rumah tangga serta aktivitas lainnya. Selain berpengaruh pada kesehatan, sarapan pagi juga memiliki keterkaitan dengan moral kerja.

Menurut survei Food and Mood Project, sebanyak 88 persen dari total 200 responden mengakui bahwa makanan yang tepat akan berpengaruh bagi kesehatan mental. Sementara 26 persen sisanya menyebut sarapan pagi membuat mereka mengalami perubahan mood ke arah yang lebih baik.

Seorang peneliti dari Food and Mood Project Amanda Geary mengatakan temuan ini akan mengubah pandangan orang tentang diet. Sebab, selama ini diet kerap menjadi alasan seseorang meninggalkan sarapan pagi. Padahal, yang terjadi adalah hal kebalikan, yakni tubuh yang sehat bisa terjadi dengan sarapan yang baik. Dengan sarapan pagi, Anda dijamin akan mendapatkan banyak manfaat kesehatan.

Mulai energi yang baru pada pagi hari sampai dengan manfaat kesehatan jangka panjang. Sarapan pagi juga diyakini mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan memberi otak Anda bahan bakar untuk meningkatkan konsentrasi.

Mi yang Sarat Gizi

Biasanya, kita kerap mengidentikkan sarapan pagi dengan mengonsumsi nasi sehingga sering menjadi alasan jika perut kita tidak menerima nasi pada pagi hari. Padahal, peran nasi pada sarapan pagi dapat digantikan dengan makanan alternatif lainnya. Seperti roti, kentang, sereal, mi, dan karbohidrat lainnya.

Anda bisa memilih menu sarapan pagi praktis sesuai dengan selera. Hal penting yang harus diingat adalah sarapan sehat sebaiknya mengikuti pola makan seimbang, yakni komposisi karbohidrat 60 -68 persen, protein 12-15 persen, lemak 20-25 persen, dan serat 10-15 gram. Selain itu, porsi sarapan juga minimal mencapai 20 persen hingga 25 persen dari total jatah kalori selama satu hari.

Karena itu, kita harus memahami nilai gizi apa saja yang dikandung makanan yang akan kita konsumsi. Tubuh kita sangat membutuhkan zat gizi yang terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air, dan zat makanan nongizi.

Jika Anda memutuskan mengonsumsi mi sebagai sarapan pagi, Anda pun harus memperhatikan kandungan gizi mi tersebut.

Secara umum, kita dapat menilai mi instan berkualitas baik dari beberapa kriteria, yaitu mi bersifat kenyal dan tidak mudah putus, daya serap airnya rendah, memiliki daya simpan lama, serta selalu menggunakan bahan baku yang alami dengan mutu terbaik.

Sebagai makanan populer dimakan sehari-hari, mi instan Indomie memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, yaitu energi, protein, vitamin A, C, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat, Pantotenat, Mineral Besi dan Natrium.

Untuk mi instan Indomie terbuat dari terigu Bogasari yang bermutu tinggi. Dengan begitu memiliki kandungan protein (gluten) paling tinggi karena terigu tersebut sudah difortifikasi dengan zat besi (Fe), Zinc (Zn), Vit B1, B2, dan Asam Folat.

Dalam mi instan Indomie, protein yang dominan adalah protein gandum yang kaya asam amino glutamate dan glutamin. Sedangkan kandungan lysin sangat sedikit.

Untuk memperkaya mutu protein, Indomie bisa dicampur dengan protein hewani seperti telur, daging, ayam, keju, dan lain-lainnya. Kita juga bisa menambahkan sayuran seperti sawi hijau, kangkung, wortel, dan lain-lainnya. Adapun Indomie blok mi dan bumbu bersifat kering. Artinya jumlah air yang tersedia rendah sehingga mikroba sulit tumbuh.

Pembuatan Indomie blok mi ini dilakukan secara higienis dan tidak menggunakan bahan pengawet apa pun. Saat memasak Indomie, kita juga tidak perlu membuang air rebusan pertama Indomie karena mengandung pati dan minyak, yang membuat Indomie terasa lezat.

Mi instan mengandung minyak karena proses pembuatannya digoreng dalam suhu tertentu. Dengan demikian, isu mi instan mengandung lilin tidak benar. Selain memperhatikan kandungan gizi, Indomie juga memperhatikan tingkat keamanan konsumsi. Indomie telah dinilai aman dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan bagi keamanan pangan.

Indomie telah mengantongi persetujuan Pendaftaran Produk Pangan (MD Nomor) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, produk ini juga telah mendapat Sertifikat Produk Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3551-2000 dari Kepala Pusat Standardisasi Departemen Perindustrian (Kapustan).

Proses pengolahan mi instan ini juga telah memperoleh sertifikat halal dari Lembaga Penelitian Pemeriksaan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI). Indomie juga telah memiliki sertifikat ISO 9001:2000.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini