nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Doa, Iringi Kerenina Menuju Miss World

Koran SI, Jurnalis · Kamis 05 November 2009 12:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2009 11 05 29 272529 O7vbhKf9WL.jpg Kerenina Sunny Halim (Foto: Dewi Arta/Okezone)

KERENINA Sunny Halim bertolak ke London dari Jakarta untuk menghadiri jamuan perayaan ulang tahun ke-60 Miss World, kemarin. Nina berangkat bersama manajernya, disertai doa restu dari pihak Yayasan Miss Indonesia dan keluarga.

Steve Emanuel, kakak kandung Nina-panggilan akrab Kerenina-, mengatakan bahwa mereka mendoakan segala yang terbaik bagi Nina. "Kita mengharapkan yang terbaik. Sebagai kakak, saya yakin potensi dia bisa bersaing sampai sepuluh besar," kata Steve.

Ibundanya, Sharon Halim, juga mendoakan segala langkah yang dipilih Nina. Mereka percaya Nina akan memberikan yang terbaik. "Menang atau tidak bukan fokus, tetapi pengalaman yang dia dapatkan hendaknya memperkuat karakter, mendapat kenalan, dan wawasan menjadi lebih besar," kata Steve.

Saat keberangkatan ini, Nina tidak didampingi keluarga. Namun, nanti pada 10 Desember, mendekati malam final, ibundanya akan menyusul ke Johannesburg, Afrika Selatan. "Semuanya mendukung, tanggal 10 Desember ibu saya berangkat," kata Nina.

Barang bawaan Nina ke London tidak banyak. Hanya dua koper dan satu tas tangan. Satu benda yang khusus dibawa adalah alkitab. Lalu lainnya kostum dan juga oleh-oleh untuk teman-teman di acara tersebut. "Aku bawa dompet batik, make up Sariayu, dan sarung," ungkap Nina.

Tanggal 6 November dia sudah mulai masuk karantina, itu artinya Nina akan menjalani semuanya sendiri. Wanita berusia 23 tahun ini tidak khawatir. Kemandirian sudah dipupuk sejak dulu.

"Dia menjalankan semuanya sendiri, dan kita mendukung dari belakang," ucap Steve. Nina memang kukuh dijalannya. Mulai dari awal mendaftar Miss Indonesia, sampai masuk ke babak final, dan akhirnya menjadi juara, semua dijalaninya dengan iringan doa keluarga. Ibunya begitu mempercayakan anak-anaknya memilih jalan hidup dan menjalankannya dengan baik.

Dasar keimanan yang kuat dan nilai sosial, bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Nina dan Yayasan Miss Indonesia memiliki berbagai kegiatan pelayanan sosial. "Ibu saya mendedikasikan hidupnya 100 persen di bidang sosial, dan dia ingin anaknya melakukan hal yang sama," tandas Steve.

Tagline dari Miss World, yaitu "Beauty With Purpose" tentunya satu visi dengan ibunda Nina. Namun, berbeda konstitusi dan lembaga yang menaunginya. Keberangkatan Nina ke London, dan juga nanti ke Johannesburg semoga dapat membawa kebaikan dan kebanggaan bagi keluarga, dan khususnya bangsa Indonesia.

Siap Mental

Menuju ajang Miss World 2009, bagi Nina bukan tanpa bekal kosong. Selain melakukan berbagai audensi dengan berbagai pihak, seperti mendapat pembekalan dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Duta Besar Inggris dan Duta Besar Afrika Selatan, Nina pun telah menyiapkan bekal tambahan seperti membuat video perdamaian, dan kemampuan menari hip hop yang dimilikinya.

Khusus untuk video perdamaian, Nina melakukan syutingnya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang notabene merupakan miniature dari Negara Indonesia.

"Dalam video itu, saya menyampaikan kegiatan sosial apa yang yang sudah saya lakukan di sini. Tentu ini perlu karena menyangkut kredibilitas saya sebagai seorang aktivis sosial juga," tuturnya.

Pemegang enam gelar diploma ini sempat mengunjungi korban bencana di Padang bersama tim RCTI.Kunjungan semacam ini tidak asing bagi Nina. Pada waktu Tsunami aceh, Nina berada di sana selama beberapa minggu untuk membantu korban bencana.

Dukungan dari pihak Yayasan Miss Indonesia pun terus mengalir. "Seseorang tidak pernah akan menang jika tidak berpikir sebagai pemenang. Kita sebagai founder harus memberikan motivasi sebagai pemenang, sifat-sifat sang pemenang. Dengan daya juang yang tinggi kita bisa meraih hasil maksimal," ucap Liliana Tanoesoedibjo, founder Miss Indonesia, beberapa waktu lalu.

Sementara Nina pun terus melatih kemampuannya menari hip hop untuk dipertunjukkan dihadapan juri. Agenda Nina dimulai pada 6 November 2009 untuk merayakan ulang tahun ke 60 Yayasan Miss World di London. Kemudian masuk karantina di Johanesburg pada 10 November sampai dengan 10 Desember.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini