Image

7 Strategi Hindari Penculikan Anak

Genie, Jurnalis · Kamis 12 November 2009, 09:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2009 11 12 196 274715 TU5fAcAuzn.jpg Foto: Ist

PENCULIKAN anak akhir-akhir ini bukanlah kali pertama atau hal yang baru. Sudah sejak lama kasus kejahatan yang dilatarbelakangi berbagai motif ini terjadi. Penculikan anak sangat menggelisah para orangtua. Betapa tidak, para pelaku tak segan-segan melakukan tindak kekerasan bila tujuannya tidak tercapai. Ancaman mereka kerap bukan omong kosong. Para penculik biasanya akan meminta uang tebusan atas anak yang mereka culik. Celakanya, mereka tidak ingin keluarga dari korban penculikan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak yang berwajib.

Berikut beberapa kiat-kiat untuk menghindari penculikan anak.

Ingatkan Anak Anda

Usahakan untuk selalu mengingatkan anak Anda agar tidak percaya pada orang begitu saja, apalagi yang baru saja dikenal. Tidak jarang para pelaku penculikan menggunakan barang berupa mainan atau sejenis jajanan dengan rupa menarik agar sang anak mau mengikutinya. Sebaiknya anak ditemani selama perjalanan menuju sekolah atau tempat aktivitas yang lainnya. Bila Anda tidak memiliki waktu khusus, percayakan pada pengasuh yang sudah terpercaya.

Waspada

Bukan berburuk sangka, namun tidak ada salahnya bila tetap waspada terhadap karyawan-karyawan Anda. Pastikan pula orang rumah (sopir, pembantu atau mantan pembantu, mantan sopir ) bukan berasal dari kalangan orang yang memiliki sifat jahat. Karena itu, sebelum Anda merekrut mereka menjadi karyawan, teliti baik-baik latar belakangnya. Karena tidak sedikit para penculik sengaja menggunakan pembantu yang disalurkan sebagai perantara untuk memuluskan rencananya. Atau, bisa jadi calon karyawan yang Anda rekrut sudah tahu pasti situasi rumah Anda. Ini akan lebih berbahaya lagi.

Jangan Beri Kesempatan

Ini penting buat Anda yang jarang di rumah. Waktu Anda sedang di kantor atau di tempat lain, biasanya hal ini akan menjadi waktu kemenangan bagi para karyawan karena tidak terpantau. Oleh karena itu, jangan beri kesempatan pada karyawan untuk terlalu sering membiarkan orang lain datang ke rumah Anda. Terutama orang-orang yang hanya sekedar iseng ingin menemui atau berbincang-bincang dengan karyawan Anda.

Jangan Memancing

Meskipun mampu, sebaiknya anak Anda tidak perlu mengenakan perhiasan yang menyolok atau membawa barang-barang mahal lainnya. Hal ini memicu terjadinya penculikan.

Komunikasi

Sesibuk apapun Anda, sempatkan untuk tetap berkomunikasi dengan anak. Paling tidak untuk mengetahui keadaan dan lokasi keberadaan anak Anda. Begitu pula dengan pihak sekolah. Di sekolah, orangtua harus tahu persis jam belajar sekolah dan dengan siapa anak berangkat dan pulang sekolah. Beri tahu pihak sekolah orang yang sudah Anda percaya untuk mengantar dan menjemput anak Anda.

Pastikan Sekolah Bertanggungjawab

Anda perlu memastikan pihak sekolah agar bersikap tegas dan bertanggungjawab terhadap anak didiknya selama berada di sekolah. Termasuk memperhatikan orang yang biasa mengantar jemput anak-anak. Jika ada penjemput yang baru, sebaiknya pihak sekolah atau guru terlebih dulu menghubungi orangtua anak yang bersangkutan.

Tanggap Terhadap Bahaya Penculikan

Bila penculikan benar-benar terjadi, Anda harus mengetahui apa yang harus Anda lakukan. Pertama, berani melaporkan penculikan tersebut pada pihak kepolisian meski ada ancaman dari pihak penculik. Anda bisa melaporkannya secara berlebihan bila pelaku belum tertangkap karena justru akan membahayakan nasib korban.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini