nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harapan Baru Penderita Kanker Hati

Koran SI, Jurnalis · Rabu 25 November 2009 16:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2009 11 25 27 279178 niyycYqvXP.jpg Foto: Corbis

KANKER hati memang belum diketahui penyebabnya. Jika tidak diobati dengan cepat maka dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Namun, ada harapan baru bagi penderitanya dengan melakukan pengobatan terapi sistemik sorafenib.

Terdiagnosisnya suatu penyakit tertentu pada seseorang, umumnya dapat menurunkan kualitas hidup si penderita, terutama saat dirinya mengidap penyakit berat. Salah satunya adalah kanker hati.

International Agency for Cancer Research menyebutkan bahwa kanker hati menduduki peringkat keenam dengan penderita terbanyak di dunia.

Dari 626.000 kasus terdiagnosis setiap tahun, sekitar 410.000 di antaranya dilaporkan di Asia Timur (65%), dengan 346.000 kasus terjadi di China. Kanker yang banyak diderita pasien berusia 40"50 tahun ini lebih banyak menyerang pria, karena jumlah pasien pria yang menderita penyakit ini tiga kali lebih banyak dibandingkan wanita.

Tidak adanya gejala yang khas pada tahap awal perkembangan kanker hati, mengakibatkan banyaknya pasien kanker hati terdiagnosa pada stadium lanjut.

"Prognosis untuk penderita kanker hati sering kali terlambat karena penyakit ini tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu hingga kanker berkembang ke stadium lanjut," ujar ahli kanker dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr Agus S.Waspodo, SpPD, KGEH.

Bahkan, dikatakan Agus, sekitar 80 persen pasien dengan hepatocellular carcinoma (HCC), jenis kanker hati yang paling umum biasanya terdiagnosa saat stadium medium dan lanjut. Beberapa penyembuhan dalam mengatasi penyakit ini pun dilakukan, termasuk dengan menggunakan terapi sistemik dengan sorafenib, suatu terapi yang memberikan harapan baru bagi si pasien.

Saat ini, para peneliti juga optimis bahwa Sorafenib dapat bermanfaat bagi lebih banyak lagi pasien yang menderita berbagai kanker yang sulit ditangani.

Berdasarkan uji klinis SHARP (Sorafenib HCC Assessment Randomized Protocol), Sorafenib berhasil meningkatkan kemampuan bertahan pasien penderita kanker hati stadium lanjut hingga 44 persen dibandingkan dengan plasebo.

Studi lebih lanjut pada pasien penderita HCC di kawasan Asia Pasifik juga mengonfirmasi efektivitas sorafenib pada populasi yang lebih luas dari pasien penderita HCC.

Berdasarkan mekanisme antiangiogenik dan antiproliferatif, para peneliti saat ini sedang menjalankan beberapa uji klinis untuk mengetahui efektivitas sorafenib sebagai sebuah terapi kombinasi dalam pengobatan HCC stadium awal, yang berarti sorafenib dapat membawa manfaat bagi lebih banyak lagi pasien stadium kanker hati.

Sorafenib juga diindikasikan untuk terapi renal cell carcinoma (RCC) stadium lanjut, yang merupakan jenis kanker ginjal yang paling umum ditemukan pada orang dewasa.

RCC dinilai sebagai salah satu tumor yang paling sulit ditangani. Sebab, terapi antikanker konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi hampir tidak memiliki efektivitas dalam RCC. Para peneliti saat ini sedang mengevaluasi potensi sorafenib dalam terapi berbagai jenis kanker, termasuk kanker tiroid, kanker paru non small cell, leukemia myeloid akut, serta kanker payudara.

Hasil dari dua studi fase III tentang kanker paru non small cell diperkirakan akan keluar pada 2010. Agus mengatakan, saat penya-kit tidak lagi dapat disembuhkan, pengobatan kanker difokuskan pada peningkatan usia hidup, menjaga, serta meningkatkan kualitas hidup selama mungkin, dengan menjalankan terapi-terapi yang telah terbukti secara klinis.

"Hal ini dilakukan dengan pengembangan terapi target yang menghalangi pertumbuhan dan penyebaran kanker, dengan cara menghambat molekul tertentu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan kanker," ungkap Agus di acara media edukasi mengenai perkembangan terbaru pengobatan kanker hati yang diadakan Bayer Schering Pharma.

Terapi tersebut dapat membantu pasien menoleransi terapi sistemik dan meningkatkan kontrol terhadap gejala. Meski tidak dapat menyembuhkan total, pendekatan ini dapat memperlambat, menghentikan, atau pada beberapa kasus tertentu menurunkan perkembangan kanker sehingga pasien dapat mengendalikan perkembangan kanker.

"Pada tahap ini, operasi sebagai sebuah metode paling efektif dalam penanganan kanker hati tidak dapat dilakukan. Karena itu, sangatlah penting untuk memiliki terapi efektif yang dapat membantu pasien menangani penyakitnya pada stadium yang berbeda-beda," tandas Agus.

Saat ini Bayer Schering Pharma sejak 2008 bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia dengan menciptakan sebuah program bantuan pasien, NexPAP, yang memberikan produk sorafenib secara gratis kepada pasien yang telah menjalani pengobatan selama tiga bulan. Hingga September 2009, sebanyak 16 pasien telah menjadi penerima program NexPAP.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Adiati Arifin M Siregar mengatakan bahwa sebagian besar kanker ditemukan pada stadium lanjut dan sulit ditanggulangi. Pada tahap ini, kanker bukan saja menjadi beban bagi pasien, melainkan juga bagi keluarganya.

"Kerja sama antara Bayer Schering Pharma dan Yayasan Kanker Indonesia dalam program NexPAP membantu meringankan beban penderita kanker hati dan kanker ginjal, sekaligus memberikan harapan bagi pasien untuk tetap berpikir positif dan mengembangkan hidup yang berkualitas meski dengan kanker," tuturnya di acara yang sama.

(nsa)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini