Share

Kapan si Kecil Masuk Pre-school?

Koran SI, Koran SI · Selasa 11 Mei 2010 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2010 05 11 196 331455 QqlOuCsL34.jpg Memasukkan si kecil ke kelompok bermain dapat membantu mereka untuk bersosialisasi. (Foto: Google)

MEMASUKKAN si kecil ke kelompok bermain atau taman kanak-kanak dapat membantu mereka untuk bersosialisasi, berbagi dan berinteraksi. Sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk itu?

 

Orang tua yang memiliki anak usia 2-4 tahun mungkin mulai bertanya tanya apakah anaknya akan didaftarkan ke pre-school seperti di kelompok bermain, playgroup atau taman kanak-kanak (TK), sekarang atau tahun depan. Karena misalnya pada usia tiga tahun, anak biasanya sudah tidak menggunakan popok lagi dan terlihat menikmati saat bermain dengan teman-temannya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

 

Namun apakah dia siap untuk memulai masuk pre-school? Apakah Anda juga siap? Dan apa saja manfaat dari pre-school? Sekolah untuk anak usia ini memang tergolong sebagai pendidikan anak usia dini (PAUD), sehingga tidak ada batasan jelas usia anak sekolah untuk memulainya. Beberapa sekolah bisa menerima anak anak dengan usia 2,5 tahun, sedangkan beberapa sekolah lain tidak memberikan persyaratan umur.

 

Para ahli menegaskan, bagi kebanyakan anak, masuk pre-school merupakan pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. "Saya percaya bahwa semua anak usia tiga atau empat tahun harus memiliki kesempatan dan keuntungan saat menjadi murid pre-school," kata Anna Jane Hays, seorang pakar perkembangan anak di Santa Fe, Amerika Serikat dan penulis sejumlah buku, termasuk yang berjudul "Ready, Set, Preschool! and Kindergarten Countdown".

 

"Jika masuk (pre-school) lebih dini tentuk akan lebih berharga. Sekarang kita tahu anak-anak biasanya mampu belajar pada usia lebih mudai. Konsensus yang tepat adalah 'lebih cepat, lebih baik' dalam hal kesempatan terstruktur untuk belajar," tandasnya seperti dikutip laman WebMD.

 

Lalu apa saja sebenarnya manfaat pre-school? Sebuah studi terkemuka yang membahas manfaat pre-school bagi anak yang dilakukan oleh Carnegie Foundation menyimpulkan bahwa anak-anak yang memulai pendidikan pada anak usia dini terbukti lebih menonjol di setiap kelas dibanding yang lain dan lebih mungkin untuk lulus dari sekolah dan memasuki kuliah lebih cepat.

 

Anak-anak yang berpartisipasi dalam program pendidikan semenjak kecil juga lebih "sehat" dan "kaya" dalam segala hal dari rekan-rekan mereka yang tidak melakukannya. "Saya benar-benar tidak dapat menemukan kekurangannya sama sekali. Namun, saya juga tidak bisa mengungkapkan secara detil mengapa masa pra sekolah tersebut sangat bernilai bagi anak," kata Hays.

 

Hays menuturkan, para guru TK malah yang dapat membantu Anda menjelaskan, bahwa ada banyak manfaat dari anak saat mengikuti pre-school. Intinya adalah anak-anak yang menghadiri pre-school lebih siap untuk berhasil. "Anak-anak yang datang ke pre-school sudah tahu bagaimana bergaul dengan orang lain. Dan datang dengan persiapan kemampuan bahasa lebih bagus dan basis pengetahuan yang lebih luas," tuturnya.

 

"Manfaat pre-school juga tidak sepenuhnya karena nilai akademis," kata psikoanalis Gail Saltz MD, yang juga seorang profesor psikiatri di New York-Presbyterian Hospital/Weill Cornell School of Medicine di New York City, Amerika Serikat. "Pre-school benar-benar berguna untuk sosialisasi. Juga untuk memperkenalkan gagasan bahwa belajar bisa menyenangkan, dan untuk mengajar anak-anak cara berbagi, kompromi dan bergaul dalam kelompok," terangnya. Tetapi orang tua, ujar Saltz, tidak harus mendesak terlampau keras untuk memasukkan anak ke pre-school, jika itu untuk kebaikan bersama.

 

"Banyak orang tua mengirimkan anak-anak mereka ke pre-school karena mereka berpikir secara akademis, itu berarti anak mereka akan lebih maju dibanding yang lain. Padahal, tidak ada korelasi antara kapan waktu anak mulai belajar untuk membaca dan seberapa bagusnya cara membaca mereka," imbuhnya.

 

Psikoanalis lainnya Leon Hoffman MD, setuju dengan hal tersebut. "Beberapa manfaat paling penting dari pre-school yaitu membantu anak-anak untuk bersosialisasi, mulai berbagi dan berinteraksi dengan anak-anak lain dan orang dewasa," kata Hoffman yang juga Direktur Eksekutif Parent Child Center di New York, Amerika Serikat.

 

"Pada usia tiga tahun kebanyakan anak-anak mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan kelompok teman sebaya. Dan jika mereka memiliki kemampuan untuk menghabiskan waktu untuk jauh dari orang tua, pre-school dapat bermanfaat," tambahnya.

 

Faltor sosialisasi merupakan indikator terbaik dari apakah seorang anak siap untuk masuk pre-school. "Jika dia benar-benar senang bermain bersama anak-anak lain, memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan terpisah dari ibu, anak Anda mungkin sudah siap," ucap Hoffman.

 

Meski harus dimulai sejak dini, kesiapan anak itu sendiri adalah kunci kesuksesan karena terlalu cepat masuk sekolah, malah justru dapat menimbulkan stres bagi seorang anak. "Jika anak Anda merasa cemas tentang menjadi jauh dari Anda, manfaat dari masuk pre-school tidak akan terwujud," kata Hoffman.

 

"Jika anak Anda tidak nyaman memisahkan dari Anda pada usia dua atau tiga tahun, Anda tidak perlu memaksakan dia untuk menghadiri preschool," tambahnya. Saltz sangat setuju soal ini. "Jika anak Anda terlihat belum siap untuk perpisahan antara orang tua dan anak, pre-school justru akan menjadi bumerang," katanya.

 

Sebagai orang tua, tentunya Anda tahu kapan anak Anda memiliki rasa cemas dan takut ketika Anda tidak bisa menemaninya ke pre-school. Dan ketika kejadian tersebut benar terjadi, anak Anda akan menderita dan tertekan. Kalau ini yang terjadi, pre-school akan membuat dia stres.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini