nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerdas Deteksi & Tangani Alergi Makanan pada Bayi

Dewi Arta, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2010 16:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2010 06 30 27 348277 fWXZGpZA7R.jpg Para orangtua harus memerhatikan asupan bayi secara saksama agar buah hati terhindar dari reaksi alergi. (Foto: gettyimages)

SAMA seperti orang dewasa, terkadang bayi mengalami alergi terhadap jenis makanan tertentu. Para orangtua harus memerhatikan secara saksama agar buah hati terhindar dari reaksi alergi.

 

Mengetahui gejala dan penanganan terhadap reaksi alergi pada bayi, Dr Soedjatmiko SpA(K) Msi selaku Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Magister Sains Psikologi Perkembangan akan berbagi tip untuk Anda.

 

Apa saja gejala bayi alergi atau intoleran terhadap makanan?

 

1. Mencret, kembung, kotoran bayi lebih cair dan buang air lebih sering dari biasanya, tetapi tidak disertai lendir atau darah.

2. Bayi lebih rewel karena rasa tidak nyaman pada perut (kembung, mulas).

3. Gatal, biduran, atau eksim pada kulit.

 

Apa yang harus dilakukan bila bayi alergi terhadap makanan?

 

Segera hentikan pemberian makanan tersebut. Untuk meyakinkan makanan tersebut yang menimbulkan gejala, dapat coba diberikan lagi selang beberapa hari. Bila timbul gejala yang sama, kemungkinan besar makanan tersebut penyebab alerginya.

 

Apa yang harus dilakukan jika ada riwayat alergi pada bayi?

 

1. Tunda pemberian makanan yang sering menimbulkan reaksi alergi, misalnya putih telur, ikan laut, dan kacang tanah yang sebaiknya dikonsumsi setelah usia 9 bulan, sedangkan susu sapi diberikan sesudah usia 1 tahun.

2. Pada bayi yang sudah terbukti alergi, sebaiknya tunda pemberian telur setelah usia 2 tahun, sementara kacang tanah, ikan laut, dan kerang-kerangan diberikan setelah usia 3 tahun.

3. Makanan berbahan tepung beras atau tepung kacang hijau dapat dimulai konsumsinya dengan menambahkan ASI, air, atau susu formula.

4. Jika menggunakan susu formula, perhatikan apakah bayi alergi terhadap susu sapi. Jika alergi, larutkan dengan susu formula khusus untuk alergi susu sapi.

5. Ketika bayi sudah boleh mengonsumsi protein, pilih sumber protein yang paling jarang menimbulkan reaksi alergi, yaitu yang berasal dari unggas atau sapi, dan protein nabati dari kacang-kacangan seperti kacang merah.

 

Apa yang harus dilakukan bila bayi menderita diare?

 

1. Tetap berikan ASI maupun makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

2. Berikan cairan oralit khusus untuk bayi sesuai dengan jumlah cairan yang keluar melalui kotoran ataupun muntah.

3. Sebagai patokan, setiap kali bayi diare diberi oralit bayi sebanyak 100 ml.

4. Bawa berobat secepatnya bila diare tetap berkelanjutan atau tidak berkurang.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini