nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Kebiasaan Tak Lazim di Tempat Kerja

Koran SI, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2010 09:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 07 01 198 348440 C8gFaIvxzT.jpg Abaikan e-mail saat Anda bekerja karena bisa mengganggu kosentrasi. (Foto: Google)

JIKA Anda ingin bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, para konsultan umumnya menyarankan untuk melakukan manajemen waktu, mengikuti workshop, atau memegang prinsip “kerja cerdas, bukan kerja keras”. Padahal tak selalu harus begitu.

Beberapa ide unik bisa dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan. Memang, keefektifannya tergantung masing-masing orang namun siapa tahu bisa efektif untuk Anda. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa dicoba. Siapa tahu cocok dan membuat Anda lebih mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Membaca buku di tempat kerja

Gail Hernandez yang berprofesi sebagai marketing coordinator, diharuskan untuk menguasai beberapa program software. Namun, dia tak sempat untuk mengikuti kursus atau belajar di dalam kelas khusus. Dia lalu mencoba belajar lewat buku-buku yang dibelinya tentang program software. Tak berapa lama, dia sudah menguasai program Illustrator dan Dreamweaver.

Tentu saja, untuk belajar tak harus dari buku. Anda bisa melakukannya dengan membaca surat kabar atau lewat internet. Intinya, bacalah segala sesuatu yang bisa menambah wawasan dan membantu Anda menyelesaikan tanggung jawab di tempat kerja.

Ambil waktu istirahat, kalau perlu dengan waktu yang lebih panjang

Banyak perusahaan yang menetapkan waktu istirahat secara baku. Namun, jika memungkinkan, Anda sebaiknya beristirahat sesuai dengan alarm tubuh Anda. Menurut psikolog Doris Jeanette, manusia hanya bisa berkonsentrasi selama 45 menit. Karena itu, dia menyarankan agar karyawan bisa bekerja nonstop selama 50 menit, kemudian beristirahat selama 10 menit.

Sue Painter, seorang konsultan marketing, menetapkan bahwa dirinya harus bekerja selama satu jam. Kemudian dia akan beristirahat dan menyegarkan pikirannya.

“Saya akan kembali ke kantor dengan pikiran yang lebih segar dan lebih bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” katanya.

Buang pekerjaan tak penting

Penulis Allan Bacon menegaskan bahwa membuang pekerjaan yang tidak penting akan menguntungkan bagi pelakunya. Saat Anda menelantarkan sebuah pekerjaan, lihatlah apakah ada yang memperhatikan atau memprotes. Jika tidak ada yang protes, Anda bisa meneruskan hal tersebut.

Menurut Bacon, hal Ini penting agar Anda punya banyak waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan yang paling diprioritaskan.

Abaikan e-mail

Kebanyakan orang akan langsung membalas e-mail yang masuk. Nah, menurut konsultan sumber daya manusia (SDM) Kate Rawlings, terlalu sering membuka e-mail akan banyak membuang waktu. Dia menyarankan untuk memeriksa e-mail dalam dua kesempatan saja dalam sehari, yaitu saat pagi hari dan pada malam hari sebelum tidur (atau pada saat sebelum pulang kantor). Rawlings juga menyarankan agar Anda memprogram komputer agar tidak memunculkan atau mem-pop up e-mail yang masuk. Tujuannya agar konsentrasi tidak terpecah saat sedang bekerja.

Satu hari tanpa telepon

Jika Anda memiliki banyak pekerjaan yang menumpuk atau tugas yang harus diselesaikan secepatnya, cobalah untuk mengambil satu hari penuh untuk mengerjakannya. Hindari telepon, e-mail, atau apapun yang bisa mengganggu konsentrasi kerja.

Membuang waktu di tempat kerja

Kebalikan dari bekerja seharian tanpa telepon, kali ini Anda dianjurkan untuk mencari satu hari untuk Anda berleha-leha di kantor. Cobalah ke kantor hanya untuk browsing di internet, aktif di social media, bermain games, sampai membereskan meja kantor Anda. Dengan bersantai di kantor, Anda akan merasa lebih rileks dan terbebas dari stres. Yang juga penting, semangat bersenang-senang Anda bisa menular ke rekan kerja yang sedang stres dan butuh rileks sejenak. “Dijamin, hal tersebut akan membuat perbedaan besar dan membuat Anda merasa re-charge,” kata konsultan Deborah Grayson Riegel.

Turunkan standar Anda

Banyak orang yang sengaja menunda pekerjaannya agar hasilnya bisa sempurna. Jika Anda termasuk di dalamnya, Riegel menyarankan agar Anda belajar untuk mengetahui bahwa tak semua hal bisa dibuat sempurna sesuai dengan keyakinan. Maka itu, turunkan sedikit standar Anda dan berbahagialah.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini