nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masjid Al-Hakim yang Jadi Rebutan Investor

Dimas Novitasari, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2010 07:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 08 18 335 363923 h8w7cJZZ5Z.jpg Masjid Al-Hakim

JAKARTA -  Masjid Al-Hakim berdiri tahun 2000. Saat itu hanya lantai atas yang menjadi masjid dan lantai bawahnya dipakai untuk menggelar bazar.

Baru pada tahun 2003, bangunan yang dulunya merupakan restoran ini berubah fungsi menjadi masjid seutuhnya. Almarhum H Datuk Hakim Thantawi mendirikan masjid ini sebagai penanaman modal akhirat baginya. Karena letaknya yang berada di pusat bisnis, tidak jarang masjid ini ditawar oleh investor-investor untuk dijadikan ladang uang. Tetapi pihak Yayasan Al-Hakim tidak rela melepasnya.

Menurut Lukman Sjaefuddin, selaku pengurus harian masjid, Datuk Hakim bercita-cita memiliki tempat ibadah yang bersih, wangi, dan berada di tengah-tengah kawasan elite. Semua ini di realisasikan dengan kebersihan masjid yang sangat terasa. Adanya wewangian berupa pandan dan melati serta rempah-rempah yang dibakar dan berada di pusat elite Menteng.

Kesan homy dan sedikit anggun divisualisasikan dengan interior di dalam masjid yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto No.84 Menteng ini. Tirai-tirai dan karpet membuat kita serasa di rumah. Sedangkan kain yang ada di bagian plafon dibuat untuk menutupi dak ruko serta membuat kesan anggun.

Namun kesan ruko masih tertinggal di sini dengan AC yang tertanam di plafon atas. "Tidak ada perubahan yang signifikan, kami hanya menyewa desain interior untuk mengubah restoran ini menjadi masjid," terang Lukman.

Masjid Al-Hakim dapat menampung 1.000 jamaah, dengan dua lantai seluas 480 meter persegi. Tidak hanya  tempat salat, toilet dan tempat wudhu di dalamnya tetapi ada juga aula yang berfungsi sebagai tempat pengajian dan acara-acara lainnya.

Masjid ini juga selalu menyelenggarakan pengajian dengan PARFI, ORBIT dan persatuan-persatuan lainnya. Juga sering mengadakan pelatihan seperti salat, membaca Alqur'an dengan tajwid, secara cuma-cuma untuk masyarakat yang berminat. "Dan yang paling menonjOl di sini adalah kami punya petugas khusus untuk menyambut tamu," jelas Lukman.

Hal ini dibuat supaya image masjid bisa sedikit berubah menuju ekslusif dan pelayanan yang diberikan tidak kalah dengan restoran atau night club. Keberadaan masjid tersebut dinaungi oleh Yayasan Al-Hakim. Yayasan yang dimiliki keluarga Hakim. Yayasan tersebut tidak saja mendirikan masjid di daerah Menteng, tetapi di daerah lain, seperti di Bukittinggi, Temanggung, dan Boston, AS.

Tapi sayangnya, semenjak Datuk Hakim meninggal, Yayasan yang berlokasi di Boston sudah tidak beroperasi lagi.

(ram)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini