nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ASI Susah Keluar? Jangan Menyerah Moms!

Mom& Kiddie, Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2010 08:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 10 01 27 378192 vOL2BH3Xgk.jpg ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak. (Foto: gettyimages)

DIKARUNIAI bayi mungil yang tampan atau cantik merupakan kebahagiaan luar biasa bagi Moms bukan? Namun sesaat setelah buah cinta lahir, bagaimana bila ASI Anda belum lancar keluar? Alhasil pihak rumah sakit pun memberikan susu formula.

Tahukah Moms bahwa tindakan ini tidak sepenuhnya benar! Begitu pula dengan promosi berbagai produk yang ‘mengelu-elukan’ bisa meningkatkan kecerdasan si kecil.

Hal ini ditolak dengan tegas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Seperti yang terjadi pertengahan Agustus lalu, BPOM mengungkapkan pelanggaran terhadap cara mengiklankan produk susu formula.

“Khususnya untuk produk susu formula lanjutan,” ujar Tati Amal, Direktur Penilai Keamanan Pangan BPOM.

Tati menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut banyak terjadi dalam konten iklan. Antara lain adalah pemakaian bayi sebagai model iklan. Selanjutnya, produsen susu formula lanjutan kerap mengklaim bahwa susu produksinya dapat meningkatkan kecerdasan, itu dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

“Bagaimanapun, ASI eksklusif tetap lebih baik daripada susu formula,” tegasnya.

Tati menerangkan, terdapat dua jenis susu formula.

“Ada susu formula untuk bayi di bawah enam bulan, dan susu formula lanjutan untuk bayi usia di atas satu tahun,” paparnya.

Untuk susu formula bagi bayi di bawah enam bulan, sama sekali tak boleh diiklankan. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat lebih memilih memberi ASI daripada susu formula. Sedangkan untuk susu formula lanjutan bebas untuk diiklankan.

Yuk, Mengulik Masalah ASI!

Nah, agar Moms tak buru-buru memutuskan untuk memberi susu formula kepada si kecil akibat salah kaprah mengenai ASI, dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA, Fasilitator Laktasi - Sentra Laktasi Indonesia akan menjelaskan beberapa hal mengenai hal tersebut. Catat baik-baik, ya!

- Kapan ASI mulai keluar?

Belum keluarnya ASI pada hari pertama kelahiran adalah sesuatu yang normal. Hari-hari pertama ditandai dengan keluarnya kolostrum dengan jumlah yang kecil tetapi sangat penting untuk antibodi bayi. ASI resminya baru keluar dua hingga tiga hari sejak melahirkan. Bayi sendiri secara alami akan tahan selama 72 jam sejak kelahirannya tanpa mengonsumsi apapun, termasuk ASI. Sayangnya, tak sedikit Moms terlanjur pesimis karena ‘dihantui’ ketakutan bahwa ASI-nya tidak langsung keluar. Padahal sebenarnya hal tersebut normal.

- Bila ASI belum keluar pada hari pertama kelahiran, perlukah diberi susu formula?

“Tidak! Karena belum keluarnya susu pada hari-hari pertama melahirkan bukan alasan yang tepat untuk memberikan susu formula. Malah, pemberian botol pada hari pertama sejak lahir bisa mengakibatkan bayi menjadi bingung puting, yang menyebabkan mengisap puting ibunya dengan cara yang salah, dan ini menyebabkan lecet puting dan berbagai masalah menyusui lainnya,” urai Karyanti.

- Mengapa harus tetap menyusui pada masa sebelum ASI keluar?

Pertama, meskipun tidak ada ASI, payudara ibu tetap mengandung kolostrum, yang berisi konsentrasi antibodi yang penting untuk bayi. Sekaligus membersihkan pencernaan bayi, merangsang keluarnya kotoran pertama bayi.

Kedua, mekanisme isapan bayi pada payudara ibu akan membawa dua keuntungan yaitu merangsang keluarnya ASI yang sesungguhnya dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan bayi, dan dapat merangsang rahim menciut karena isapan puting merangsang produksi hormon oksitosin. Karena itu, sebisa mungkin susui bayi Anda pada hari-hari pertama melahirkan, secepatnya!

- Bagaimana prosedur pemberian ASI jika melahirkan secara cesar?

Bayi yang terlahir lewat operasi cesar, mungkin lebih banyak tidur dan terlihat lesu karena terkena imbas obat anestesi operasi cesar, ketimbang bayi yang terlahir normal. Butuh waktu beberapa hari bagi bayi agar serangan kantuk hilang. Untuk sementara bayi Anda yang masih lemah, masih sulit mengisap ASI.

“Pemberian ASI sebaiknya dilakukan sedini mungkin karena akan membantu rahim berkontraksi dan kembali ke ukuran semula dengan lebih cepat. ASI mulai bisa diberikan sejak di ruang operasi begitu proses kelahiran selesai, asalkan ada yang memegangi posisi bayi. Atau jika ASI mulai diberikan di ruang pemulihan, posisi bayi bisa ditidurkan di atas bantal atau selimut agar lebih mudah saat menghisap ASI. Anda juga harus berhati-hati karena efek pembiusan mungkin masih terasa. Sebaiknya ada orang yang ikut membantu agar bayi dan Anda merasa nyaman,” ulas Karyanti.

Beberapa rumah sakit memberlakukan peraturan ibu dan bayi baru bisa bersama setelah 24 jam. Namun tak perlu khawatir, peraturan ini bisa dilonggarkan karena sang dokter tentu menyadari pentingnya bagi Moms bersama bayi Anda setelah kelahiran, dengan asumsi tidak ada masalah yang ditemui.

- Jika terlanjur diberi susu formula, bisakah kembali ke ASI?

Puting payudara bersifat lembut dan fleksibel, sehingga bayi harus membuka mulut dengan lebar untuk melekat pada areola dan diperlukan usaha otot-otot mulutnya. Sebaliknya, puting buatan biasanya keras dan tidak fleksibel, sehingga tidak membutuhkan usaha dari bayi untuk mengisap.

“Akibatnya, bayi baru lahir yang diberikan puting buatan akan menyusu dari payudara ibu menggunakan mekanisme yang sama saat ia menyusu dari botol atau empeng, hal ini tentu saja tidak cukup kuat untuk memerah ASI dari payudara. Akibatnya bayi akan frustasi dan menjadi rewel menangis atau menolak untuk menyusu lagi,” imbuh Karyanti.

Moms harus segera mengatasi hal tersebut, karena bingung puting yang berlangsung terlalu lama membuat bayi malas menyusu. Akhirnya, suplai ASI akan berkurang, bahkan tidak ada sama sekali. Walaupun masalah ini sangat menantang tapi dapat diatasi dengan sesegera mungkin menyusui di waktu-waktu anak biasa menyusu. Itulah langkah pertama yang harus dilakukan untuk memperbaiki masalah bingung puting ini.

“Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu bekerja harus mulai membiasakan untuk memberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung puting. Memang pada hari-hari pertama, bayi mungkin menolak, karena mengalami cemas dan gelisah. Namun, jangan khawatir, tiga atau empat hari setelahnya bayi akan terbiasa,” terang Karyanti.

Mari Kenali Keunggulan ASI!

Keunggulan dan manfaat ASI dapat dilihat dari beberapa aspek, berdasarkan Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI, 2001, antara lain:

1. Aspek Gizi

Manfaat Kolostrum

- Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.

- Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi.

- Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.

- Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

Komposisi ASI

- ASI mudah dicerna, karena selain mengandung zat gizi yang sesuai, juga mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam ASI tersebut.

- ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak.

- Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whey dan Casein yang sesuai untuk bayi, yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi perbandingan Whey : Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Komposisi Taurin, DHA dan AA

- Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI berfungsi sebagai neurotransmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.

- Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk dari substansi pembentuknya, yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

2. Aspek Imunologik

- ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi.

- Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.

- Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan.

- Lysosim, enzym yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lysosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.

- Sel darah putih pada ASI di dua minggu pertama berjumlah lebih dari 4000 sel per mil. Terdiri dari tiga macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.

- Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.

3. Aspek Psikologik

- Rasa percaya diri untuk menyusui, bahwa Moms mampu menyusui dengan produksi ASI yang mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.

- Interaksi Ibu dan Bayi: Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.

- Ikatan kasih sayang ibu dan bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti skin to skin contact. Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

4. Aspek Kecerdasan

- Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan sistem syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi.

- Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4,3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 point lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

5. Aspek Neurologis

Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

6. Aspek Ekonomis

Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 4 bulan. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.

7. Aspek Penundaan Kehamilan

Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini