nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas, Ancaman Alzheimer Mengintai!

Dewi Arta, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2010 17:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 10 05 27 379428 wJvSFK095J.jpg Seorang suami membantu pasangannya yang menderita alzheimer untuk berdiri (Foto: Google)

KESEHATAN mahal harganya. Ungkapan tersebut benar adanya. Sebab menjaga kesehatan di zaman modern seperti saat ini memang tidak mudah.

Masyarakat cenderung lebih menikmati hidup dengan pola yang tidak sehat ketimbang memerhatikan kesehatan. Padahal tahukah Anda, ada berbagai penyakit yang mengancam kesehatan. Sebut saja, alzheimer.

Jumlah pasien penderita alzheimer di negara-negara berkembang kini kian bertambah. Di Amerika, alzheimer termasuk penyakit peringkat nomor satu yang mengancam, sedangkan di Australia penyakit ini menduduki peringkat dua atau tiga.

Menurut Prof Ralph Nigel Martins, yang sudah 25 tahun berkecimpung di bidang alzheimer, alzheimer merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

"Sekarang ini, alzheimer merupakan penyebab kematian keempat tertinggi, dan jika tidak ditangani segera akan dikhawatirkan menjadi penyebab kematian tertinggi. Hal ini disebabkan jumlah penderitanya yang jauh lebih besar daripada kanker," jelasnya saat ditemui di Universitas Kedokteran Pelita Harapan, Lippo Village, Tangerang, belum lama ini.

Lebih lanjut Prof Ralph menambahkan, penyakit ini umumnya diderita oleh para manula (manusia lanjut usia).

"Umumnya, alzheimer adalah penyakit menua. Jadi semakin tua usia seseorang, maka meningkatlah risiko untuk menderita penyakit Alzheimer. Sekitar 99,9 persen penderita alzheimer adalah orang-orang berusia lanjut," paparnya.

Melihat perkembangan penyakit alzheimer yang cukup pesat, Prof Ralph Nigel Martins bekerja sama dengan Prof Eka Julianta Wahjoepramono, pemimpin tim bedah saraf Siloam Hospitals Lippo Village yang berusaha menemukan cara untuk menangani penyakit yang satu ini.

Penelitian ini dilakukan terhadap 50 pasien laki-laki berusia di atas 50 tahun, yang sudah terkena alzheimer ringan dengan memberikan testosterone hormone dan placebo secara acak. Penelitian pun dilakukan dalam periode satu tahun.

Hasil penelitian menyebutkan, pada wanita, setelah menopause, di mana hormon estrogen menurun, risiko menderita penyakit alzheimer lebih besar. Sedangkan pada pria, karena tidak ada patokan yang jelas mengenai andropouse, maka hal ini masih berada dalam tahap penelitian.

Selain menggrogoti kesehatan, Prof Ralph pun menegaskan, bila penyakit ini memakan biaya perawatan yang cukup besar. Ini disebabkan perawatan penderita alzheimer berkisar antara 5-10 tahun.

"Selain menjadi penyebab kematian tertinggi, alzheimer juga dikhawatirkan akan menjadi penyebab kematian yang memakan biaya tertinggi. Biaya tinggi tersebut disebabkan biaya perawatan seorang penderita alzheimer yang berkisar antara lima hingga sepuluh tahun," imbuhnya. 

Prof Ralph mengatakan, tindakan penanganan alzheimer untuk negara berkembang bisa dimulai dengan mencari tahu angka statistik alzheimer di Indonesia yang dilanjutkan dengan mengadakan penilaian dan analisa pada data tersebut.

Tak hanya itu saja, Prof Ralph juga menegaskan, untuk mengurangi risiko terkena alzheimer bisa dimulai dengan memperbaiki gaya hidup.

"Untuk mengurangi risiko alzheimer mulailah dengan memperbaiki gaya hidup (lifestyle), diet, atau nutrisi. Beberapa makanan atau minuman terbukti sangat bermanfaat untuk otak, yaitu delima (pomegranate), teh hijau, DHA (minyak ikan)," tandasnya.

Seperti yang dikutip dari Wikipedia, alzheimer sendiri bukanlah penyakit menular. Melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. 

Penyebab penyakit alzheimer sampai saat ini masih dalam tahap penelitian, namun faktor genetika dan lingkungan merupakan dua faktor risiko yang dominan yang menyebabkan seseorang menjadi penderita alzheimer.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini