nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"A Quilt Art Exhibition", Ajang Temu Pencinta Perca

Dewi Arta, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2010 12:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 10 29 29 387778 5GRaIsY9lU.jpg (Foto: gettyimages)

MENGOLAH kain perca dan quilt menjadi barang bernilai seni butuh keahlian tersendiri. Sejak 1993, Yayasan Pendidikan Desain dan Ilmu Pengetahuan (PIDI) memberikan pelatihan bagi peminatnya dan di hari jadi ke-21, PIDI akan menghelat pameran "A Quilt Art Exhibition".

Hartini Hartarto selaku Ketua Yayasan PIDI menuturkan, tujuan awal pendirian PIDI dengan sederet aktivitas pemberdayaan bagi wanita. Indonesia memiliki kekayaan kerajinan yang belum tersentuh penduduknya sendiri. Alhasil, kerajinan tersebut belum bernilai jual. Lewat kursus yang disampaikan para ahli, kerajinan yang dihasilkan diharapkan dapat memiliki mutu lebih tinggi.

"Begitu banyak kerajinan di seluruh Indonesia yang belum tersentuh para ahli yang menjadikan barang tersebut belum mendapatkan nilai lebih. Hal itulah yang mendorong kami untuk bekerja sama dengan beberapa ahli baik dari dalam maupun luar negeri untuk memberikan pelatihan meningkatkan mutu dan desain kerajinan yang tersebar di Tanah Air," katanya saat ditemui pada pembukaan pameran "A Quilt Art Exhibition" di ESMOD Jakarta, Jalan Asem Dua, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (28/10).

Hartini mengamini jika hadirnya kursus kain perca & quilt Yayasan PIDI membawa perubahan luar biasa di mana kerajinan karya anak bangsa mengalami perkembangan dan peningkatan dari segi mutu dan kualitas.

"Setelah adanya kursus kain perca, patch & quilt yang diselenggarakan oleh Yayasan PIDI, kerajinan atau seni kain perca di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat positif, baik dari segi mutu, desain, maupun pemasaran," papar mantan Ketua Yayasan Dharma Wanita ini.

Yayasan PIDI menyelenggarakan kursus seni kain perca dan quilt sejak 1993, di mana hingga kini telah menelurkan 200 lulusan, salah satunya Lanny Murtihardjana yang berhasil mendapatkan Silver Award saat mengikuti perlombaan World Quilt di Nagoya, Jepang.

Untuk memeringati hari jadinya yang ke-21, Yayasan PIDI menyelenggarakan pameran bertajuk "A Quilt Art Exhibition". Yayasan yang pada pendirian awalnya bernama Yayasan Pengembangan Desain Kerajinan Indonesia (YKDKI) ini turut mengundang ahli quilt dari Jepang, Yoshiko Jinzenji untuk memberikan kursus seni kain perca dan quilt kepada pengunjung pameran.

Tak hanya ahli quilt, Yoshiko juga seorang pengajar dan peneliti teknik pewarnaan yang telah berkarya kurang lebih tiga dekade. Karya-karyanya diakui secara internasional dan telah dipamerkan di berbagai pameran besar dunia. Bahkan, karyanya ada juga yang disimpan di museum London, Inggris, dan Amerika.

Hartini mengungkapkan, tujuan terselenggaranya pameran tak lain untuk memperlihatkan quilt dari sisi seni dengan proses pembuatan yang sangat membutuhkan ketelatenan.

"Tujuan terselenggaranya pameran untuk memperlihatkan bahwa quilt itu tidak hanya dibuat, dijual, dan kualitasnya kurang bagus, tapi ini untuk art; menunjukkan sisiĀ  keindahan, dengan tidak asal-asalan membuatnya," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini