nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilihan Sulit ketika Ingin Pindah Kerja

SINDO, Jurnalis · Kamis 11 November 2010 11:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 11 11 198 392198 pLSOsdwVuP.jpg Pilihan sulit ketika ingin pindah kerja. (Foto: Corbis)

ANDA sudah bersiap meninggalkan pekerjaan Anda. Namun, saat menyampaikan pengunduran diri, atasan tiba-tiba menawarkan kenaikan gaji kepada Anda. Haruskah Anda terima atau tetap memilih pekerjaan yang baru?

Ada banyak alasan saat seseorang memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya yang sekarang. Namun, apa pun alasannya, saat atasan yang lama menawarkan gaji yang lebih besar untuk menahan Anda keluar dari perusahaan, tentu akan sedikit membuat Anda berpikir lagi.

Anda mungkin bimbang, apakah akan tetap keluar atau memilih bertahan dan membatalkan kesepakatan dengan perusahaan yang baru. Jika Anda memilih yang kedua alias bertahan di perusahaan yang lama, ada beberapa hal yang mungkin akan Anda alami di “babak kedua” kehadiran Anda di perusahaan tersebut. Ada konsekuensi yang bernilai positif, ada pula yang negatif.

Konsekuensi positifnya, Anda tentu saja akan mendapatkan uang yang lebih banyak daripada sebelumnya. Anda juga mungkin saja akan mendapatkan tanggung jawab atau pekerjaan yang lebih besar, yang nantinya bisa menaikkan posisi atau jabatan Anda di perusahaan tersebut.

“Ini tentunya keuntungan yang berlipat ganda,” kata Emory Mulling, Ketua Mulling, sebuah perusahaan penempatan dan pencari tenaga kerja, seperti dikutip dari Monster.com.

Meski menawarkan keuntungan, Mulling menegaskan bahwa sisi negatifnya lebih banyak lagi. Hal ini senada dengan pendapat Christopher Elmes dari perusahaan konsultan sumber daya manusia (SDM).

Dia menilai, berdasarkan penelitian yang dilakukan, mereka yang menerima tawaran kenaikan gaji pada akhirnya hanya bertahan kurang dari setahun setelah mereka menerima tawaran tersebut. Singkat kata, pada akhirnya mereka tetap mengundurkan diri meski sempat tertunda beberapa bulan.

“Intinya, selama masalah yang mengganggu karyawan tersebut tidak mampu ditangani oleh perusahaan, maka tidak ada bedanya, apakah ia mendapat kenaikan gaji atau tidak,” kata Elmes.

Menurut Elmes, jika Anda menerima tawaran tersebut, reputasi Anda di perusahaan juga bisa mengarah pada hal yang negatif. Pasalnya, perusahaan akan menganggap bahwa Anda adalah karyawan yang sulit dipegang dedikasinya dan hanya berorientasi pada uang.

“Ini jelas menjadi hal yang buruk untuk citra diri Anda,” ucap Elmes.

Hal negatif lainnya, hubungan Anda dengan rekan kerja yang lain mungkin juga akan terganggu. Rekan kerja akan menyadari bahwa Anda mendapatkan gaji lebih besar dibandingkan mereka. Selain itu, mereka akan bertanyatanya, apakah Anda memang pantas diberi gaji sebesar itu dengan kualitas kerja yang mungkin setara dengan rekan yang lain.

Dengan berbagai efek negatif yang mungkin terjadi, Mulling dan Elmes sepakat untuk menyarankan agar karyawan tidak mengambil tawaran kenaikan gaji.Keduanya lebih menganjurkan agar karyawan tetap mengundurkan diri dan memilih pekerjaan yang baru di perusahaan baru.

Cara lain

Ada pula cara lain untuk mencegah peristiwa yang membuat bimbang tersebut. Elmes menyarankan, agar sebelum mencari pekerjaan baru, cobalah menganalisis hal apa yang membuat Anda tak betah atau tak puas bekerja di perusahaan tersebut.

“Kemudian temui atasan Anda dan sampaikan hal yang membuat Anda tak nyaman tersebut,” saran Elmes.

Sampaikan kalau Anda, misalkan, ingin tanggung jawab yang lebih besar,waktu kerja yang lebih fleksibel, penghargaan yang lebih tinggi, atau bahkan minta dipromosikan.

“Dengan menyampaikan keluhan atau keinginan, atasan bisa mengetahui keinginan Anda. Bisa jadi pula, penyampaian pendapat ini bisa memperkuat hubungan Anda dan atasan,” katanya.

Lebih lanjut, Mulling menyarankan agar Anda mendiskusikan perihal masa depan Anda di perusahaan tersebut dengan atasan. Tanyakan kepada atasan bagaimana menurutnya tentang masa depan Anda di perusahaan tersebut.

Anda juga bisa mengatakan bahwa Anda senang bekerja di perusahaan tersebut namun tetap membutuhkan rencana jangka panjang di perusahaan itu. Menurut Mulling, memang tak banyak karyawan yang berani mengajukan pertanyaan tersebut kepada atasan.

Alasannya mungkin karena takut tak mendapat jawaban yang positif atau takut “kekritisan” tersebut malah akan membahayakan posisi mereka di perusahaan.

“Namun, jika Anda bekerja dengan baik dan memiliki perilaku yang baik di kantor, tak ada salahnya untuk menanyakan hal tersebut kepada atasan,” ujarnya.

Nah, jika atasan tak merespons positif pertanyaan dan harapan Anda, maka sudah saatnya Anda mencari pekerjaan baru di perusahaan baru.

“Jika saat sudah mendapatkan pekerjaan baru Anda lalu tergoda pada iming-iming kenaikan gaji di perusahaan lama, itu artinya Anda belum melakukan hal yang baik untuk mendapatkan kesempatan yang baik,” kata Mulling.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini