Share

Jakarta Hidden Tour Tak Jual Kemiskinan

Pasha Ernowo, Okezone · Selasa 14 Desember 2010 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 14 407 403334 cPdZGcS6oO.jpg (foto: Jakarta hidden tour.wordpress.com)

JAKARTA- "Berwisata" ke daerah-daerah kumuh perkotaan Jakarta, ternyata cukup diminati turis-turis asing asal Australia, Norwegia, Amerika Serikat, dan Swedia.

Peluang ini dimanfaatkan Ronny Poluan, yang menjual paket wisata "Jakarta Hidden Tour". Oleh karena banyaknya wisatawan dari mancanegara datang untuk mengikuti kegiatan ini, maka jaringan televisi internasional CNN meliput kegiatan yang dilakukan oleh Ronny Poluan, paket wisata itu disebut sebagai ‘Wisata Kemiskinan’.

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Ronny menepis tudingan miring soal kegiatannya. "Saya tidak menjual kemiskinan negeri saya. Saya juga anak bangsa yang punya nasionalisme. Tolong ini dicatat dulu, sebelum timbul pikiran-pikiran negatif," tutur pria berambut panjang penuh uban itu, di rumahnya di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menurut pengakuannya, separuh dari biaya tour yang dibayar turis ia berikan kepada masyarakat di daerah kumuh yang jadi obyek wisata. "Di luar itu, ada beberapa turis yang kemudian secara langsung tergerak untuk memberikan bantuan kepada warga," ujarnya.

Menurut Ronny, daerah padat hunian maupun kumuh yang jadi favorit turis asing antara lain Kampung Luar Batang (dekat Pasar Ikan), Galur, Senen (permukiman di pinggir rel kereta api), Kampung Pulo (pinggiran Kali Ciliwung, Kp.Melayu), dan Kampung Bandan dekat Kota Tua.

Tarif tur berkisar antara Rp 500.000 per orang untuk paket jalan-jalan sekitar empat-lima jam. Para turis biasanya dijemput pakai bus dari hotel tempat mereka menginap. Pernah pula dijemput pakai Metro Mini atas permintaan turis itu sendiri.

Rombongan tamu yang dibawanya rata-rata berkirsar 4 orang, pernah juga rombongan besar sampai 30 orang sehingga dia harus merekrut tenaga tambahan.

Warga yang dikunjungi, mengaku senang dengan kedatangan para turis, yang seringkali membawa bantuan. "Kita maunya bule-bule itu sering datang ke sini, biar kita sering dapat uang. Uang segitu bagi orang miskin sangat berarti sekali," ujar Ny Sri Riwayati, salah seorang warga dari kawasan Kampung Luar Batang, Jakarta.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini