Share

Kemanusiaan, Alasan Turis Ikut Wisata Kemiskinan

Pasha Ernowo, Okezone · Selasa 14 Desember 2010 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 14 407 403338 OO0oAELZyG.jpg (foto: daylife.com)

Ini dia paket wisata unik. Jakarta Hidden Tour. Jangan membayangkan objek wisata dengan pantai yang elok ataupun taman nan asri, karena yang tersaji dalam paket wisata ini hanyalah daerah kumuh di pinggiran kota Jakarta.

Peserta wisata ini, biasanya turis mancanegara, diajak berpanas-panas menyusuri gang-gang sempit. Kendaraan yang digunakan juga angkutan umum kelas rakyat: Metro Mini, bajaj, becak, dan disambung dengan berjalan kaki.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Kecewakah para wisatawan asing tadi? Sama sekali tidak. Justru mereka suka-cita.

“Mereka menyatakan sangat senang dengan mengikuti kegiatan wisata kemiskinan ini, karena bagi mereka wisata seperti ini merupakan hal yang baru,”ungkap Ronny Puloan.

Menurut seniman berusia 57 tahun ini, rata-rata dari mereka yang mengikuti kegiatan ini misinya adalah kemanusiaan.

“Sejumlah wisatawan yang mengikuti kegiatan ini menuturkan misi mereka itu adalah misi kemanusiaan,” tambahnya.

Adapun lokasi favoritnya meliputi Kampung Luar Batang (Jakarta Utara), pinggiran rel di Galur, Senen (Jakarta Pusat), Kampung Pulo, tepi Ciliwung (Jakarta Timur), dan Kampung Bandan dekat Kota Tua (Jakarta Barat). Di kawasan ini, umumnya masih terserak permukiman kumuh.

Penduduknya miskin, dengan pekerjaan serabutan. Ada kuli, pemulung, tukang ojek, dan pemilik warung kecil-kecilan. Warga setempat yang dikunjungi rombongan turis asing itu selalu menyambut dengan antusias.

Maklumlah, mereka senang karena bisa berbincang dari dekat. Tentu dengan Ronny sebagai penerjemah. Lebih dari itu, para turis asing tadi selalu memberikan uang receh puluhan ribu rupiah. Ada pula turis yang memberikan sembako seperti beras, minyak goreng, dan mi instan. "Bantuan itu sangat berarti bagi kami," ujar warga bernama Emma.

Emma dan warga lainnya berharap, kunjungan turis itu dapat terus berlangsung.

Menurut Ronny, biayanya hanya Rp 200.000-Rp 500.000 per orang. Ia membantah tudingan bahwa dirinya mengeruk keuntungan. Menurut Ronny, separuh pendapatannya dikembalikan kepada warga yang dikunjungi sebagai bantuan untuk meringankan beban ekonomi.

Hampir setahun, paket wisata ini luput dari perhatian khalayak. Pertengahan bulan silam, berita seputar paket wisata ini menghiasi beberapa media cetak. Masyarakat pun terkaget-kaget. Reaksinya seragam: mengecam paket wisata yang dinilai melecehkan harga diri

Atas segala kecaman itu, Ronny mengaku sedih. "Saya dapat memahami kalau banyak orang, termasuk pejabat dan politisi, salah paham terhadap Jakarta Hidden Tour," kata Ronny. Tapi ia menegaskan tidak akan mundur dari usahanya itu. Ia membandingkan dengan tayangan reality show yang mengeksploitasi kemiskinan, tapi menjadi tontotan menarik dan tak pernah dikecam.

Apa boleh buat, di negara berkembang seperti Indonesia, kemiskinan memang masih menjadi hal menggoda untuk dikomersialkan, bahkan dalam skala kecil sekalipun. Duh!

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini