nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Skinny Belt, Tren Ikat Pinggang 2011

SINDO, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2010 09:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2010 12 22 29 405940 c0MzQ192JZ.jpg Tren ikat pinggang (Foto: Google)

BESAR dengan buckle solid di 2010, tren ikat pinggang menjelma menjadi lebih ramping dan berhias logam di 2011.

 

Muncul pada awal abad ke-19, ikat pinggang menjadi salah satu fashion item yang mencirikan maskulinitas. Namun, saat ini ikat pinggang telah menjadi produk mode lintas gender dan bahkan merupakan salah satu must-have-item bagi kaum hawa. Entah dikenakan tepat di bawah dada layaknya obi, terlilit rapi di pinggang celana, atau melingkar manis di pinggul, ikat pinggang selalu hadir di setiap musim dalam beragam gaya.

 

Tren 2011, ikat pinggang tidak lagi tampil jumbo seperti yang kerap terlihat di 2010, melainkan jauh lebih tipis dan lebih panjang. Ikat pinggang ramping dan panjang tersebut dikenakan dengan cara lilit ganda di bagian pinggul untuk mengaksentuasi lekuk tubuh, seperti terlihat di runway Michael Kors di New York Fashion Week.

 

Sementara di DKNY, ikat pinggang menjadi tambahan dimensi yang “memecah” warna monokromatik. Adapun di label highstreet Topshop dan J.Crew, ikat pinggang tipis dalam palet mencolok menjadi sentuhan chic yang bisa memperkaya tampilan kasual.

 

Phoebe Roberts, editor situs vogue.co.uk menyebutkan, ikat pinggang kulit berukuran ramping merupakan must-have-item untuk 2011. “Tidak hanya mempercantik summer dress, skinny belt akan menjadi fashion item sepanjang tahun,” paparnya. Lebih lanjut, Roberts mengatakan bahwa untuk menemani dan melengkapi beragam gaya, lebih baik pilih ikat pinggang berbahan kulit dalam warna gelap layaknya hitam atau cokelat.

 

“Untuk tampilan sehari-hari, ikat pinggang simpel dengan buckle berwarna putih atau kuning emas bisa memberikan gaya praktis. Sementara untuk berpesta, gunakan ikat pinggang dengan embellishment logam, seperti studs atau yang berdetail sequin,” lanjutnya.

 

Referensi tampilan praktis dengan skinny belt bisa dilihat pada koleksi D&G yang memadukan celana pipa, skinny jeans, bahkan gaun wol bersama ikat pinggang ramping berbahan kulit.

 

Sementara tampilan partynan glamor diperlihatkan Balmain yang menghadirkan bejeweled belt bersama gaun-gaun body conscious. Adapun gaya vintage dengan ikat pinggang kulit diperlihatkan Louis Vuitton yang banyak mengadaptasi siluet era 50-an. Summer dress dengan embellishment tiga dimensi terlihat semakin cantik saat berpadu dengan ikat pinggang ramping berwarna putih yang disimpulkan pada bagian ujungnya.

Sementara Marc Jacobs pun memberikan sentuhan lady-like pada koleksi Marc by Marc Jacobs dengan buckle berbentuk pita. MaxMara memberikan tampilan sophisticated Italian dengan menghadirkan ikat pinggang bersama kemeja bernapas boyish dan di Chloe, ikat pinggang menjadi penegas tampilan androgyny. Sementara Aquascutum memberi alternatif cara “menggunakan” ikat pinggang dengan menyimpulkannya secara kasual di depan mantel, tanpa memasukkan ujungnya pada buckle. “Jika ingin menggunakan gaya Aquascutum, lebih baik pilih ikat pinggang yang terbuat dari kulit halus dan dengan embellishment yang tidak terlalu ramai,” ungkap Roberts.

 

Sejarah ikat pinggang sebenarnya bermula sejak 3000 SM, di mana manusia mulai menambang logam mulia. Pada waktu itu, ikat pinggang lebih berfungsi sebagai sabuk peralatan ketimbang fashion item dan kebanyakan digunakan oleh pria. Adapun ikat pinggang mulai menjadi bagian dalam dunia mode pada awal abad pertengahan, kendati masih menjadi fashion item bagi pria.

 

Ikat pinggang mulai menyusup masuk dalam fashion wanita pada era peperangan di pertengahan abad ke-19, di mana wanita mulai mengenakan seragam militer. Di Eropa dan Amerika, ikat pinggang dikenakan di tengah pinggang di luar seragam oleh para petinggi militer. Sementara bagi para prajurit dan petugas administratif, ikat pinggang dikenakan sedikit di bawah pinggang.

 

Selanjutnya, ikat pinggang yang melingkar longgar di pinggul dipercaya merupakan pengaruh para hippies dan menjadi tren pada era 70-an. Begitu juga dengan variasi buckle eklektik yang menjadikan ikat pinggang sebagai salah satu must-have-item bagi kaum hawa. Tidak hanya dari kulit, bagi kaum hawa, ikat pinggang terus berevolusi baik dari bentuk, ukuran, maupun penggunaan bahan. Kain, rantai logam, tali tipis, hingga bentukan ikat pinggang yang menyerupai korset, telah menghiasi busana wanita dalam gaya feminin hingga nyaris ekstrem.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini