Lika-Liku Tina Andrean Rancang Gaun Pengantin

Dwi Indah Nurcahyani, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2011 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 17 29 435775 xvy23TOLaU.jpg Koleksi Tina Andrean (Foto: Ist)

KETIMBANG busana umum, gaun pengantin memiliki tantangan tersendiri yang jauh lebih sulit. Apa sajakah itu?
 

Warna gaun pengantin dari tahun ke tahun memang tak mengalami banyak pergerakan. Kesan sakral yang berada di balik momen akad dan resepsi pernikahan lebih terungkap lewat warna soft yang umumnya dipakai. Warna-warna dasar itu adalah off white, champagne, ivory, dan pure white. Dengan warna dasar ini, terkadang model yang hadir pun tak mengalami banyak perubahan. Hal itu pula yang dirasakan Tina Andrean selaku desainer gaun pengantin yang sudah malang melintang kurang lebih 25 tahun.

 

“Tantangannya adalah bagaimana membuat satu warna menjadi beragam rupa model. Itu adalah challenging,” katanya kepada okezone di Jakarta, belum lama ini.

 

Untuk mengatasi kejenuhan pasar dan memberikan variasi model dari tahun ke tahun, Tina pun mengeskplorasi model busana dengan sedemikian rupa. Siasat Tina mengakali bentuk agar lebih variatif, yakni dengan membuat bentuk busana yang simpel tapi mengedepankan sisi detail di dalamnya. Tina sadar bahwa karya yang indah memang membutuhkan kejelian dan kesabaran serta kreativitas dalam penempatan detail yang menarik.

 

Menurutnya, detail itu tak sekadar penyematan bunga semata tapi juga taburan kristal, renda dan berbagai ornamen lainnya.

 

“Untuk ornamen kristal, tahun ini saya sengaja tidak menggunakannya secara dominan seperti tahun sebelumnya. Saya lebih mengedepankan permainan bunga-bunga yang menyebar di seluruh gaun,” ujar Tina.

 

Sebagai modifikasi, Tina pun menambahkan item jaket (bolero) dan juga kerudung (penutup kepala) dengan ukuran pendek dan juga panjang yang bisa dikenakan untuk acara pemberkatan di gereja. Penambahan bolero ataupun kerudung ini hanyalah alternatif yang bisa dikenakan ataupun tidak oleh pengantin. Tapi setidaknya kehadiran bolero ataupun kerudung ini memperkaya nilai gaun tersebut sehingga terkesan unik.

 

“Gaun itu harus ada sisi art-nya, baik itu di atas, bawah atau samping,” tutup Tina.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini