nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Piring Cantik Penghias Dinding

SINDO, Jurnalis · Selasa 29 Maret 2011 10:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 03 29 30 439953 MvumEDgEmK.jpg Piring cantik penghias dinding. (Foto: Getty Images)

BANYAK cara untuk mempercantik hunian. Misalnya menghiasi dinding dengan pernak-pernik nan unik. Nah piring porselen cantik bisa menjadi pilihan untuk hiasan ini.

Keindahan rumah bukan hanya tampak dari penataan interior yang cantik,plafon yang menarik, dan lantai yang nyaman. Dinding pun kini sudah menjadi titik perhatian penghuni rumah untuk menambah keindahan ruang. Tak heran, dinding saat ini bukan sekadar bidang datar yang polos berlapiskan satu warna cat saja.

Elemen pendukung ruang ini juga bisa Anda kreasikan, salah satunya dengan mengaplikasikan piring-piring cantik hasil buah tangan khas suatu negara. Bahkan, jika Anda mampu mengeksplor kembali, padu-padan piring-piring cantik dengan aksesori dinding lain seperti cermin atau frame bisa memberikan nilai lebih pada bidang datar tersebut.

Setiap piring yang teraplikasi pada sebuah dinding tentu memiliki makna tersendiri bagi si penggunanya. Misalnya, piring tersebut adalah hasil koleksi si empunya rumah selepas bepergian ke luar negeri. Atau piring yang dipajang adalah hasil buah tangan dari sang sahabat sehingga ingin selalu terpajang di rumah. Bisa juga Anda memilih memasang piring yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Tak pelak, piring cantik itu jika diaplikasikan pada dinding atau area display akan membuat ruang jadi terlihat berbeda dan bernilai. Kendati demikian, sejarah, bentuk, warna, atau gambar yang menarik pada piringpiring cantik itu akan menjadi percuma jika teknik pemasangan piring di dalam ruang tidak tepat.

Untuk itu, penting bagi Anda yang ingin mengaplikasikan piring cantik membuat tahapan perencanaannya terlebih dahulu agar hasil yang didapat tidak terkesan asal. Adapun tahapan tersebut, meliputi nuansa yang ingin dibangun, posisi, dan letak yang diinginkan seperti apa, dan tentunya proporsinya dengan elemen lain yang ada di ruang tersebut.

Ir Yos Villys Yoenan dari PT Serafindo Graha Kreasi mengatakan, untuk menentukan nuansa yang ingin dibangun, biasanya terlihat dari ruang mana yang akan diaplikasikan piring-piring cantik tersebut. Biasanya ruang yang paling sering adalah ruang makan. Namun jika berupa koleksian, maka bisa di ruang tamu atau ruang spesial seperti museum mini.

Lalu tentukan juga area atau media mana yang akan didekorasi dengan piring, apakah dinding atau area display lain seperti meja konsul atau ambalan. Karena keduanya memiliki posisi aman yang berbeda.

Arsitek Briyan Talaosa menyatakan, bila ingin meletakkan di meja, tentu yang harus dibuat adalah alat untuk dudukan piring itu sendiri. Selebihnya, pengaturannya beradaptasi dengan ketebalan media display-nya. Misalnya, dia menyebutkan, ingin memajang piring-piring sampai dua baris.

Maka susun dan letakkan piring menurut ukurannya. Dalam arti, piring yang ukuran kecil tentu diletakkan di baris paling depan, sementara yang belakang adalah piring berukuran besar. Berbeda bila aplikasi di dinding, lanjut dia, ukuran biasanya tidak menjadi batasan, dengan catatan piring masih dapat tergantung dengan baik.

Meskipun ternyata, bentuk piring tersebut ukurannya sampai di atas satu meter, tetap masih bagus secara komposisi diletakkan pada dinding. Tidak terkecuali, piring itu teraplikasi sendiri atau berdampingan dengan piring-piring kecil yang lain. Sebab, penataan ini merupakan bagian dari kreativitas.

”Menurut pengalaman saya, ukuran yang paling relatif dipajang adalah piring makan berdiameter 30 cm atau kadang piring besar berdiameter kurang lebih 60–80 cm, yang ada gambar naga di tengah piring. Itu pun bisa dipajang kurang lebih berjarak dua meter dari jarak tempat duduk si pemandang agar dapat terlihat keseluruhan piringnya,” kata Yos.

Selanjutnya adalah komposisi. Hal ini menjadi penting karena dengan komposisi yang benar, pandangan mata pun berasa nyaman menikmati elemen dekoratif itu.Hanya saja, untuk mengatur komposisi semua bergantung pada si penghuninya karena berkaitan dengan perasaan dan kepekaan.

Langkah mudahnya, ujar Briyan, bisa dengan menyiapkan media, dalam arti luas lantai kurang lebih sama dengan media dinding untuk mengatur komposisi peletakan piring pada dinding. Setelah komposisi yang telah ditentukan cukup maksimal, maka piring-piring cantik tadi bisa Anda pasang di dinding satu per satu menurut konsep yang diinginkan.

Hal serupa juga dikatakan arsitek Yos Villys Yoenan. Dia menyatakan, biasanya pengaturannya terserah pada keinginan si empunya rumah.Hanya memang paling sering piring itu teraplikasi satu atau dua bidang dinding, jarang yang memasangnya dalam bentuk banyak.

Karena akan terlihat sangat ramai dan merusak pemandangan. Misalnya, sebut dia, satu dua piring disela oleh lukisan kuno atau ornamen lain sebagai batasan, lalu dilanjutkan dengan koleksi satu dua piring lagi. Tapi jika ingin ekstrem memajang semua koleksian bersamaan pada satu bidang, maka saran Yos, bisa disusun berderet dari ujung kiri hingga sudut paling bawah kanan.

(nsa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini