Share

Pembalut Herbal Cegah Kanker Serviks, Benarkah?

Fitri Yulianti, Jurnalis · Jum'at 08 April 2011 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 08 195 443841 sJyyH0crZO.jpg (Foto: gettyimages)

ANDA mungkin pernah mendengar atau bahkan tertarik membeli pembalut herbal lantaran janjinya yang sangat menggiurkan, salah satunya mencegah kanker serviks (leher rahim). Ternyata, informasi tersebut menyesatkan dan bagian dari trik dagang semata.

Sempat beredar kabar di dunia maya soal pembalut yang ditengarai mengandung pemutih kertas dan bisa memicu kanker. Banyak wanita akhirnya tergoda mencari alternatif pembalut yang mereka nilai lebih sehat, yakni pembalut herbal. Pembalut dengan bahan berbagai jenis herbal ini diklaim mampu mencegah kanker serviks, mengatasi nyeri haid, mengurangi keputihan dan bau tak sedap yang ditimbulkan, dan manfaat lainnya.

“Saya tidak mendukung itu. Tidak ada satupun kajian atau diskusi internasional yang membahasnya. Itu trik dagang saja. Enggak masuk akal,” kata Laila Nuranna MD PhD, konsultan ginekologi dan onkologi Departemen Obstetrik dan Ginekologi Divisi Onkologi Universitas Indonesia/RSCM usai seminar “Recent Management of Cancer in Men & Women” di MRCCC Siloam Hospitals, Jakarta, Kamis (7/4/2011).

Wanita mana yang tidak ingin menjaga dan melindungi mahkota mereka yang sangat berharga nilainya agar senantiasa sehat. Apalagi, ancaman kanker serviks bukan main-main. Di Indonesia, berdasarkan data yang dikeluarkan Depkes pada 2007, pasien kanker serviks mencapai 8.000 orang dan setiap jamnya satu pasien meninggal dunia. Hingga kini, kanker serviks masih menempati urutan teratas dalam kasus kanker secara keseluruhan sementara kanker payudara berada di posisi kedua

DR Laila menyatakan, langkah terbaik adalah dengan pemeriksaan rutin. “Sangat mudah mencegahnya, hanya dengan pemeriksaan rutin. Tidak harus pakai pembalut yang mahal,” ujarnya.

Ia juga membantah bahwa wanita yang memiliki banyak anak cenderung berisiko kanker serviks.

“Semua perempuan berisiko. Perempuan banyak anak lebih berisiko kanker serviks, sudah tidak terlalu kuat. Pesan itu jadi menyesatkan,” tegasnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini