"Orang Berhasil Bukan karena Nilai UN Tinggi"

Fitri Yulianti, Jurnalis · Selasa 19 April 2011 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 19 196 447616 WEUYPlKG5A.jpg Diah Permatasari (Foto: Fitri/okezone)

PELAKSANAAN Ujian Nasional (UN) menjadi momok bagi sebagian besar anak sekaligus orangtua murid. Namun bagi Diah Permatasari, momen ini menjadi pembelajaran penting bagi buah hatinya.

UN sedang dilakukan serempak oleh seluruh sekolah di Indonesia. Tak sedikit cerita pilu mewarnai usai pelaksanaannya. Mungkin kita pernah membaca berita seorang siswi sebuah SMKN di Muaro Jambi bunuh diri lantaran dinyatakan tidak lulus. Sungguh miris!

Artis Diah Permatasari pun tengah gundah menunggu hasil UN putranya, Marcello Nicholas Reynolds (12). Namun demikian, Diah optimis dengan kemampuan sang buah hati karena memang telah mempersiapkan ujian sebaik mungkin.

“Saya push dia untuk banyak membaca dan banyak latihan soal. Memang, saya tetapkan nilai maksimal dan minimal, tapi saya juga lihat kemampuan anak. Saya sendiri enggak suka anak saya jadi orang yang ambisius,” tuturnya kepada okezone di acara Perempuan Untuk Negeri "Wanita dan Kekinian" di Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011) malam.

Ibu dua putra ini mengaku tidak ingin memberi beban berat pada anaknya perihal UN.

“Saya tetap lihat, periksa, inspeksi bagaimana dia belajar di rumah. Mendukung, tapi saya enggak force terlalu berat. Secara psikologis, bukan zamannya lagi untuk keras ke anak soal nilai ujian,” ujar artis yang terkenal dengan peran “Si Manis Jembatan Ancol” ini.

“Orangtua jangan menakut-takuti dan jangan jadikan mereka penakut (dengan UN),” tukasnya yang malam kemarin cantik dengan bat dress warna hijau.

Diah yakin bahwa keberhasilan masa depan anak bukan lantaran nilai UN yang tinggi. Ada nilai lain yang dirasa lebih penting.

“Zaman sekarang orang berhasil bukan orang yang nilai di sekolahnya tinggi, tapi orang yang mau bekerja keras dan punya networking yang luas,” ujarnya yang tidak mau nantinya sang buah hati dari TK sampai SMA berada di satu yayasan pendidikan demi alasan networking.

Selain memantau proses belajar anak di rumah, peran orangtua juga penting dalam memantau perkembangan belajar anak di sekolah. Diah sendiri rutin menghadiri pertemuan orangtua murid dan guru.

“Di sekolah anak saya ada yang namanya PTC (Parent-Teacher Conference) tiap tiga bulan. Di sini, saya bisa tahu bagaimana kemampuan belajar anak saya, jadi saya enggak asal marah-marah pas nilainya jelek,” tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini